Kota Malang, Blok-a.com – Pasar Kebalen merupakan salah satu pasar tradisional paling aktif di Kota Malang. Pasar ini terletak di sepanjang Jalan Zaenal Zakse, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Pasar Kebalen juga terkenal dengan aktivitasnya yang padat bahkan sejak subuh.
Jam operasional pasar ini buka setiap hari mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 09.30 WIB. Berdasarkan pantauan wartawan Blok-a.com di lapangan, pasar ini sudah bergeliat sejak pukul 02.00 dini hari.
Suasana pagi di Pasar Kebalen Kota Malang sangatlah ramai dan sibuk. Para pedagang mulai berdatangan ke pasar sejak pukul 02.00 WIB untuk mempersiapkan dagangannya. Beberapa dari mereka menaiki becak, sementara antrean mobil pick up sudah berbaris. Nampak mereka tengah tergopoh-gopoh menurunkan barang dagangan. Sementara itu, beberapa pedagang juga datang menaiki sepeda motor. Lampu-lampu mulai dinyalakan pada pukul 03.30.
Pasar Kebalen mulai ramai dikunjungi pembeli pada pukul 05.00 WIB. Para pembeli datang untuk mencari bahan-bahan makanan untuk dimasak. Banyak pula mereka yang mencari keperluan sehari-hari lainnya. Tidak jarang, banyak pemilik usaha kuliner juga berburu bumbu dapur dan daging untuk diolah kembali.
Para pengunjung itu datang membawa sepeda motor. Beberapa kendaraan menepi untuk parkir, namun beberapa lagi langsung melewati jalan dan berbelanja.
Sementara itu, para pedagang sudah biasa dengan aktivitas tersebut. Mereka bahkan sudah kebal dengan udara dingin yang menyelimuti kulit.
“Sudah biasa, alhamdulillah tidak ada hari libur kalau cari rezeki,” ujar salah satu pedagang, Imron, pada (14/1/2024).
Pasar Kebalen memang tidak pernah libur. Justru, mereka bisa semakin memadati jalan pada akhir pekan. Hal itu dikarenakan banyak ibu rumah tangga yang belanja untuk memenuhi stok belanja bulanan.
“Justru ramai ini, biasanya malah ibu-ibu cari sayur, daging, itu sekalian buat satu minggu,” beber lelaki keturunan Sampang ini.
Menurut data yang tercatat jumlah pedagang pasar mencapai 600 orang. Hal itu disampaikan oleh salah satu pengelola, Sugianto.
“Jumlahnya ini 600 orang, itu juga termasuk pedagang yang jual di dalam (bangunan Pasar Kebalen), yang di luar itu PKL (Pedagang Kaki Lima),” beber dia.
Menurut Sugianto, pedagang memang memilih berjualan di luar. Selain karena gedung pasar sedang dalam pembangunan, namun juga karena pedagang lebih mudah bertemu pelanggan di jalan.
“Kalau yang di dalam ini cuma pelanggan-pelanggan lama saja,” ujar dia. (wdy/bob)



