Street Art Malang Ramaikan Ajang M7 Lewat Mural Gatotkaca

Sidnatwo saat mengerjakan Graffiti Art Gatotkaca. (dok instagram: @sidnatwo)
Sidnatwo saat mengerjakan Graffiti Art Gatotkaca. (dok instagram: @sidnatwo)

Kota Malang, blok-a.com — Seniman mural Andis Fairuz menghadirkan mural bertema skin hero Gatotkaca M7 di Jalan Perusahaan, Karanglo, Kabupaten Malang tepat di sebelah SPBU BP. Karya tersebut merupakan bagian dari kampanye Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dalam rangka meramaikan ajang M7. Program ini melibatkan 20 seniman jalanan di berbagai kota di Indonesia.

Pria yang akrab disapa Sidna menyebut keterlibatannya dalam proyek ini berangkat dari undangan langsung tim MLBB. Ia diminta mewakili Kota Malang untuk menghadirkan mural sebagai bagian dari kampanye nasional. Proyek ini ditujukan untuk menghadirkan karya seni jalanan sebagai media promosi turnamen esports.

“Ada DM dari tim Mobile Legends yang meminta saya mewakili Kota Malang untuk mengerjakan mural ini. Mereka punya campaign untuk meramaikan M7 dan melibatkan street artist di 20 kota,” ujar Sidna saat diwawancari blok-a.com, Jumat (9/1/2026)

Pemilihan karakter Gatotkaca dalam mural ini ditentukan oleh pihak MLBB. Pertimbangannya adalah identitas lokal, mengingat Gatotkaca merupakan hero yang berakar dari budaya Indonesia. Meski demikian, para seniman tetap diberi kebebasan dalam pengolahan visual sesuai gaya masing-masing.

“Kalau heronya memang dari Mobile Legends, karena Gatotkaca itu dari Indonesia. Tapi untuk pengerjaannya, kita bebas pakai style masing-masing,” katanya.

Selain figur Gatotkaca, Sidna menambahkan elemen Garuda dalam komposisi mural. Ia menilai, kehadiran Garuda diperlukan untuk memperkuat pesan kebangsaan yang ingin disampaikan melalui karya tersebut.

“Kalau cuma Gatotkaca menurut saya belum cukup menggambarkan Indonesia. Makanya saya tambahkan Garuda supaya pesannya lebih umum dan lebih kuat,” ujarnya.

Proses pengerjaan mural dilakukan bersama tiga seniman lain di ruang terbuka. Faktor cuaca menjadi tantangan utama selama proses produksi. Meski demikian, pengerjaan tetap diselesaikan sesuai konsep awal.

“Tantangan paling besar itu cuaca. Kalau panas ya panas, kalau hujan jadi susah karena ngerjainnya di jalan,” tutur Sidna.

Dari sisi teknis, pengerjaan dilakukan dalam dua tahap utama. Tahap dasar dan latar belakang menggunakan cat tembok. Sementara detail visual diselesaikan dengan cat semprot untuk mendapatkan ketajaman bentuk.

“Blocking dan background pakai cat tembok, tapi detail gambarnya baru pakai full pylox,” katanya.

Lebih jauh, Sidna menilai seni jalanan memiliki fungsi sebagai medium komunikasi di ruang publik. Menurutnya, street art tidak selalu identik dengan kritik atau perlawanan, tetapi juga dapat menjadi sarana dukungan terhadap isu tertentu, termasuk perkembangan esports di Indonesia.

“Street art itu buat menyuarakan sesuatu. Tidak hanya soal perlawanan, tapi juga bisa jadi bentuk dukungan, menyampaikan semangat, termasuk buat tim esports Indonesia,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan pesan kepada komunitas graffiti dan penggemar MLBB. Sidna mengajak para seniman untuk tetap produktif dan konsisten berkarya. Sementara bagi penggemar MLBB, ia menekankan pentingnya latihan dan keseriusan jika ingin menekuni jalur profesional.

“Buat teman-teman graffiti, tetap produktif dan karyanya diperbanyak. Buat fans MLBB, kalau ingin jadi pro player harus sering latihan dan diseriusin,” tuturnya.

Mural Gatotkaca karya Andis Fairuz atau Sidna tersebut dapat dilihat di Jl. Raya Perusahaan, Karanglo, Kota Malang, tepat di sebelah SPBU. (bob)