Warga Malang Waspada Makanan Mengandung Pestisida dan Formalin, Ini Ciri-cirinya

Ilustrasi sayuran di Pasar Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Ilustrasi sayuran di Pasar Kabupaten Malang. (blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Dari hasil pengambilan dan uji mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dan pangan olahan di Pasar Karangploso, Kabupaten Malang ditemukan makanan dan sayuran yang mengandung formalin hingga pestisida.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi menyebutkan, sejumlah makanan dan sayur yang dilakukan uji lab seperti kol atau kubis, tomat, bawang merah, brokoli hijau serta cabe kriting.

Kemudian, untuk bahan makanan seperti teri kering, cumi kering, udang kecil, tahu putih, kulit pangsit, pentol curah dan daging ayam.

“Hasil yang diperoleh yang mengandung mengandung pestisida yakni bawang merah, cabe kriting dan tomat. Dan yang mengandung formalin yaitu udang kecil dan teri kering,” kata Mahila saat dikonfirmasi Blok-a.com, Sabtu (6/7/2024).

Menanggapi masih adanya peredaran bahan makanan yang membahayakan di pasaran, Mahila mengimbau agar masyarakat dapat lebih jeli lagi untuk memilih bahan makanan.

Ia juga menegaskan, cara paling mudah untuk mengetahui sayuran yang mengandung pestisida yakni melihat kondisi fisik daun dan batang sayur.

“Untuk sayur yang memakai pestisida biasanya bagus-bagus. Tidak ada bagian yang berlubang sama sekali, terlihat cantik dan warnanya benar-benar hijau,” jelas Mahila.

Sedangkan, sayuran yang bebas pestisida umumnya berukuran normal.

Kemudian, warna hijau yang biasa saja serta ada beberapa bagian daun yang berlubang karena hama.

Sementara itu, ciri-ciri makanan yang mengandung formalin yaitu memiliki bau yang menyengat.

Misal, pada bahan makanan mie basah, maka yang paling mudah dikenali yakni memiliki tekstur yang tidak lengket dan tidak mudah putus.

“Selain itu, lebih mengkilat serta bisa bertahan lebih dari satu hari pada suhu ruang. Jika pasa tahu, ada bau khas formalin & tidak mudah hancur dengan bisa bertahan lebih dari satu hari pada suhu ruang,” bebernya.

“Kalau pada daging ayam segar, ikan segar dan ikan asin, mereka tidak dihinggapi lalat,” pungkasnya. (ptu/lio)

Exit mobile version