Blitar, blok-a.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun berhasil mengamankan pelaku pencurian baut penambat bantalan rel di sejumlah titik di wilayah Blitar. Kejadian ini memicu kecemasan terkait keselamatan perjalanan kereta api.
Kepala Regu Jalan Rel B.2, Jaryanto menyampaikan, pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, pihaknya menerima laporan dari anggota Polsek Sanankulon terksit penangkapan seorang terduga pelaku pencurian.
“Pelaku telah diserahkan ke pihak berwajib untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Jaryanto.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari menjelaskan, tindakan pencurian ini bukanlah kejadian tunggal.
“Pelaku diduga telah beraksi di sedikitnya lima titik berbeda, dengan total kehilangan mencapai 108 baut. Awalnya ditemukan kehilangan 13 baut penambat di KM 127+358,” jelas Tohari.
Dalam penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi sejumlah lokasi pencurian, yaitu:
– BH 537 KM 133+723
– BH 536 KM 133+254
– BH 532 KM 131+770
– BH 524 KM 127+851
– BH 522 KM 127+358
Tohari memperkirakan kerugian materil akibat aksi ini sekitar Rp4.133.700.
“Pelaku diketahui menjual hasil curiannya kepada pengepul barang bekas di Desa Rembang, Kota Blitar,” ujarnya.
Dia menegaskan, baut penambat rel ini, merupakan komponen yang sangat vital.
“Jika satu baut hilang, potensi gangguan jalur meningkat. Dengan hilangnya puluhan baut, risiko anjlokan kereta bisa terjadi,” tegas Tohari.
“Kesehatan dan keselamatan manusia adalah yang terpenting, bukan sekadar masalah nilai material,” tambahnya.
Tohari jmengingatkan, pencurian ini memiliki konsekuensi hukum yang berat.
“Mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pelaku dapat dikenakan hukuman penjara maksimal 6 tahun, terutama jika tindakannya mengakibatkan kematian,” jelasnya.
Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, KAI mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keselamatan jalur kereta api.
“Laporkan kegiatan mencurigakan di sekitar rel kepada petugas setempat atau melalui Contact Center 121,” ujarnya.
KAI Daop 7 Madiun menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama.
“Dengan 34 perjalanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal setiap hari, serta volume penumpang yang mencapai ribuan, komitmen kami untuk meningkatkan pengamanan di sepanjang jalur kereta tidak akan pernah pudar,” pungkas Tohari. (jar)








