Kota Malang, blok-a.com – Program angkutan kota (angkot) gratis bagi pelajar di Kota Malang dipastikan segera beroperasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menargetkan layanan tersebut mulai berjalan bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan seiring beroperasinya program angkutan pelajar gratis, Pemkot juga akan mengevaluasi pemanfaatan bus sekolah yang selama ini telah melayani siswa.
Menurutnya, pemerintah akan lebih dulu melihat efektivitas layanan angkot gratis bagi pelajar sebelum memutuskan fungsi bus sekolah ke depan.
“Nanti ada pembahasan. Pemanfaatannya akan kita lihat, kira-kira bus pelajar ini kita jadikan apa. Kita evaluasi dulu. Mari kita terapkan dulu terkait dengan angkutan pelajar,” ujarnya.
Wahyu menegaskan bus sekolah tidak akan langsung dihentikan operasionalnya. Armada tersebut tetap dapat dimanfaatkan apabila di kemudian hari dibutuhkan untuk mendukung layanan angkutan pelajar.
“Sementara ini kita melihat dulu terkait angkutan pelajar ini. Tapi apabila nanti diperlukan, terkait ada permasalahan yang timbul, kita akan coba memanfaatkan bus sekolah tersebut,” katanya.
Ia juga memastikan Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai dasar pelaksanaan program telah mendapat persetujuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan kini tinggal menunggu proses harmonisasi.
“Sudah disetujui kemarin oleh provinsi terkait perwalinya. Sekarang tinggal harmonisasi. Dalam waktu dekat akan beroperasi.”
Wahyu menambahkan, layanan angkutan pelajar gratis ditargetkan mulai melayani siswa bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan seluruh persiapan teknis juga hampir rampung. Selain penyelesaian regulasi, Dishub saat ini menuntaskan sistem pemantauan berbasis digital yang akan dipasang pada seluruh armada angkot peserta program.
“Progresnya tinggal sedikit lagi. Dari Biro Hukum Provinsi Jatim sudah selesai, sudah dikembalikan ke Bagian Hukum Pemkot Malang, jadi bisa segera diundangkan Perwalnya. Tinggal menunggu sistem monitoring selesai. Target kami maksimal Juli ini sudah beroperasi,” ujar pria yang akrab disapa Jaya itu.
Menurut Jaya, setiap angkot akan dilengkapi perangkat yang terhubung dengan aplikasi milik koperasi angkutan. Sistem tersebut akan merekam aktivitas armada secara langsung sebagai dasar pengawasan sekaligus perhitungan subsidi bagi operator.
“Dari aplikasi itu nanti setiap perjalanan armada akan tercatat secara rinci, mulai dari jarak tempuh, durasi operasional, sampai jumlah pelajar yang diangkut. Sehingga semua akan tercatat di situ dan data itu menjadi dasar dalam menghitung subsidi yang diberikan kepada operator angkot,” jelasnya.
Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memantau rute perjalanan, lama operasional, hingga jumlah pelajar yang menggunakan layanan. Selain itu, Dishub juga mewajibkan pengemudi mengenakan seragam saat bertugas serta melarang merokok dan menggunakan telepon genggam selama mengemudikan angkot pelajar.
“Kepatuhan ini menjadi syarat bagi koperasi angkot yang ingin terlibat dalam program angkutan pelajar gratis dan ini juga upaya kami agar layanan angkutan pelajar benar-benar aman, tertib, dan tepat sasaran,” pungkas Jaya. (bob)




