Malang, blok-a.com – Rute penerbangan Malang – Lombok di Bandara Abdulrachman Saleh dihentikan sementara. Rute yang baru dibuka pada 15 Desember 2025 itu terpaksa dihentikan karena rendahnya animo penumpang.
Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Purwo Cahyo Widhiatmoko membenarkan hal tersebut. Ia menyebut angka keterisian penumpang menjadi faktor utama di balik penghentian sementara rute tersebut.
“Rute Malang – Lombok berhenti dulu karena penumpangnya sedikit. Sekitar minggu kedua bulan Januari sudah berhenti, karena penumpangnya tidak seberapa banyak,” jelas Purwo, Minggu (15/3/2026).
Diketahui, rute Malang – Lombok dilayani oleh maskapai Wings Air dengan jadwal penerbangan pulang pergi empat kali dalam seminggu, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu dengan frekuensi satu kali penerbangan setiap hari operasional.
Untuk penerbangan dari Lombok menuju Malang, pesawat dijadwalkan berangkat pukul 08.10 WITA dan tiba di Malang sekitar pukul 09.00 WIB. Sementara penerbangan sebaliknya dari Malang menuju Lombok berangkat pukul 09.20 WIB dan tiba sekitar pukul 12.10 WITA.
Rute tersebut sempat beroperasi singkat selama kurang lebih tiga minggu sejak diresmikan, sebelum akhirnya dihentikan pada minggu kedua Januari 2026.
Meski demikian, Purwo menegaskan penghentian rute tersebut bersifat sementara sambil menunggu adanya peningkatan permintaan dari masyarakat.
“Ini sifatnya sementara. Kita menunggu demand dari masyarakat meningkat,” ujarnya.
Purwo menambahkan, meski rute Malang – Lombok berhenti, operasional bandara tetap berjalan normal. Saat ini penerbangan yang masih aktif dari Bandara Abdulrachman Saleh adalah rute Malang – Jakarta yang dilayani oleh maskapai Batik Air dan Citilink.
Di sisi lain, menjelang libur panjang Idul Fitri dan cuti bersama yang dimulai pada 18 Maret 2026, pihak bandara memprediksi akan terjadi lonjakan penumpang.
Purwo menyebut jumlah penumpang diperkirakan mencapai sekitar 1.500 orang pada masa libur tersebut.
“Untuk puncak arus mudik di Bandara Abdulrachman Saleh kami perkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Sedangkan arus balik diprediksi pada akhir masa liburan yakni 24 Maret dan puncak kedua pada 29 sampai 30 Maret 2026,” pungkasnya. (bob)




