Blok-a.com – Pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) 2024 tinggal menghitung hari. Para caleg dari berbagai kalangan pun sudah mempersiapkan diri dan menunggu hasil pemilu.
Salah satu caleg di Malang yang belakangan ini menarik perhatian publik adalah Asandra Salsabila. Asandra merupakan caleg muda DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dapil Malang Raya.
Keputusan Asandra untuk menjadi wakil rakyat awalnya sempat menuai berbagai pertanyaan, mengingat usianya yang masih tergolong muda, yakni 24 tahun.
Pertanyaan publik itupun dijawab Asandra dalam podcast Blok-a.com yang bertajuk Pulang Kerja. Asandra menjelaskan, sebelum terjun ke dunia politik, ia sudah mengenyam berbagai jenis pekerjaan terutama di bidang analisis data sejak usia 18 tahun.
Dari berbagai pengalaman tersebut, Asandra mengaku sudah merasa cukup dan ingin melanjutkan karirnya sebagai anggota DPR RI yang siap mengabdi untuk masyarakat.
“Aku udah memasuki tahun keenam bekerja dan sepertinya aku udah merasa cukup dengan duniawi alhamdulillahnya,” ujar Asandra Salsabila dikutip dari kanal YouTube Blok-a.com, Sabtu (10/2/2024).
Lebih lanjut, ia pun menerangkan bahwa di usia saat inilah waktu yang tepat untuk berkontribusi dalam dunia pemerintahan.
“Mungkin kalau misalnya ada kesempatan untuk aku coba mengabdi dan memberikan sesuatu yang lebih ke orang banyak, itu mungkin waktunya sekarang,” katanya.
“Mumpung aku masih muda, masih idealis dan belum punya tanggungan jadi aku masih punya cuan yang cukup untuk aku hidup sepuluh tahun kedepan,” sambungnya.
Terpisah dari hal tersebut, Asandra sebelumnya juga membeberkan alasannya mencalonkan diri sebagai anggota DPR. Wanita 24 tahun ini mengaku, awalnya ia merasa resah terhadap sistem pemerintahan di Indonesia, salah satunya soal manfaat yang didapat dalam pembayaran pajak.
“Aku merasakan keresahan ini (sistem pemerintahan) dan aku yakin masyarakat di luar sana juga merasakan hal yang sama. Kayak kita kok udah kerja banting tulang tapi kurang merasakan manfaatnya,” ungkap Asandra.
Selain itu, Asandra juga merasa bahwa selama ini masyarakat kurang dilibatkan dalam pembuatan undang-undang atau program pemerintah, salah satunya seperti undang-undang ketenagakerjaan.
“Aku sebagai tenaga kerja, kok aku merasa gak pernah dilibatkan atau ditanya-tanyain sama DPR RI atau DPRDnya,” kata Asandra.
Atas hal itulah Asandra mulai mempelajari dunia politik agar bisa berkontribusi dalam sistem pemerintahan. Asandra juga sudah melakukan kunjungan ke beberapa desa di Dapilnya dan mulai mendengarkan keresahan-keresahan yang selama ini dirasakan warga. (hen)




