BI Malang Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Tiga Pilar Kebijakan, Digitalisasi Jadi Tantangan

BI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Tiga Pilar Kebijakan dalam kegiatan UKW yang digelar oleh PWI Malang Raya (ist)
BI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Tiga Pilar Kebijakan dalam kegiatan UKW yang digelar oleh PWI Malang Raya (ist)

Kota Malang, blok-a.com – Bank Indonesia (BI) Malang terus memperkuat strategi pengembangan UMKM  dengan menerapkan tiga pilar kebijakan sebagai langkah mendorong pelaku usaha naik kelas. Hal ini disampaikan Deputi Kepala BI Malang, Deddy Prasetyo saat hadir dalam sesi talkshow UKW ke-59 PWI Malang Raya di Universitas Insan Budi Utomo (UIBU).

Deddy menjelaskan, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia yang berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) maupun penyerapan tenaga kerja.

“Terdapat 65,5 juta UMKM dan kontribusinya terhadap PDB (konstan) sebesar 57,14 persen atau sekitar Rp7.034,14 triliun. Selain itu berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja hingga 96,92 persen,” ungkapnya.

Namun potensi besar tersebut masih dihadapkan pada berbagai persoalan. Tantangan paling dominan adalah minimnya akses pembiayaan, rendahnya pemanfaatan digital, hingga terbatasnya peluang pemasaran. Dari total pelaku UMKM, hanya 39,4 persen yang memanfaatkan marketplace, sementara pengguna e-commerce baru mencapai 20 persen.

“Mereka yang tidak menggunakan e-commerce menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan modal untuk perluasan bisnis online, minim literasi digital, hingga keterbatasan operasional dan SDM,” tambahnya.

Tantangan serupa juga muncul pada sektor ekspor. Banyak UMKM belum mampu memenuhi kualitas maupun kuantitas produksi sesuai standar negara tujuan. Di sisi manajemen, keterbatasan SDM masih menjadi kendala. Dari sisi pasar, pemahaman terhadap market intelligence juga rendah.

Untuk menjawab persoalan tersebut, BI menerapkan tiga pilar kebijakan pengembangan UMKM yakni korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan akses pembiayaan. Pada aspek korporatisasi, BI mendorong penguatan kelembagaan, skala ekonomi, hingga kemitraan usaha.

Sementara pada peningkatan kapasitas, BI memfasilitasi bantuan teknis berupa penelitian, pelatihan, penyediaan informasi, dan pendampingan. Kemudian, pada pilar pembiayaan, BI memperluas literasi pencatatan keuangan melalui SIAPIK serta menyediakan basis data UMKM potensial agar lebih mudah diakses lembaga keuangan.

Di sisi digitalisasi, BI juga telah membangun infrastruktur pembayaran seperti ekosistem QRIS dan BI-FAST. “Sementara dari sisi demand, UMKM disiapkan melalui program digitalisasi dari hulu ke hilir. BI mendorong UMKM Go Digital melalui program e-Farming, e-Financing Support, dan e-Commerce,” jelasnya.

Tak hanya itu, BI juga memberi perhatian pada pengembangan UMKM ekspor melalui penguatan branding, fasilitasi business matching, hingga peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap pasar global. “Program promosi perdagangan ini penting untuk mendorong UMKM naik kelas dan memperluas kemitraan dengan agregator atau calon pembeli,” tutur Deddy.

Ia berharap, media dapat ikut terlibat dalam edukasi publik, terutama untuk memperluas akses informasi bagi UMKM agar lebih dekat dengan peluang pembinaan maupun pembiayaan. “Media berperan besar memperluas jangkauan UMKM kepada publik, yang berdampak pula pada peningkatan profit,” pungkasnya.

UKW angkatan ke-59 PWI Malang Raya yang menjadi rangkaian kegiatan talkshow tersebut diselenggarakan pada 28–30 November 2025. Sebanyak 35 peserta mengikuti uji kompetensi: 18 jenjang muda, 12 madya, dan 5 utama. Hasilnya, 30 peserta dinyatakan kompeten.

Pada agenda penutupan, Ketua PWI Malang Raya, Cahyono menyampaikan bahwa hingga saat ini PWI Malang Raya telah menyelenggarakan 11 UKW, sembilan di antaranya pada masa kepemimpinannya.

“Sebagai wartawan harus profesional, karena menghadapi semua lapisan masyarakat, tidak hanya pejabat. Pegangan utamanya bekerja sesuai KEJ (Kode Etik Jurnalistik) dan Undang-undang Pers,” kata Cahyono.

Terselenggaranya UKW ke-59 ini didukung oleh berbagai pihak, antara lain UIBU, Bank Indonesia Malang, Pemkot Malang, Pemkab Malang, Perumda Tirta Kanjuruhan, OJK Malang, BCA, PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, PT Best Profit Futures, Tychi Hotel, Polinema, The Alana Hotel, Perumda Tugu Tirta, Golden Tulip, Ijen Suites, Grand Mercure Malang Mirama, Pemuda Pancasila Kota Malang, dan Hotel Pelangi. (yog)

 

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com