Kabupaten Malang, blok-a.com – Jelang laga bertajuk Derby Jatim antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026, berbagai persiapan terus dimatangkan. Salah satunya melalui audiensi dan forum silaturahmi yang digelar di Mapolda Jawa Timur, Rabu (1/4/2026), guna memastikan pertandingan berjalan aman dan kondusif.
Pertemuan ini mempertemukan manajemen Arema FC, Persebaya Surabaya, panitia pelaksana, serta jajaran Polda Jatim. Fokus utama pembahasan adalah penguatan skema pengamanan sekaligus membangun komitmen bersama untuk menjaga stabilitas selama laga berlangsung.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan pentingnya kolaborasi seluruh pihak demi menciptakan atmosfer sepak bola yang aman dan berkualitas. Ia juga menekankan agar rivalitas tetap dijaga dalam koridor sportivitas.
“Terima kasih kepada Persebaya dan Arema yang telah hadir. Harapan kita, pertandingan sepak bola di Jawa Timur menjadi tontonan yang menarik dan aman, bukan penuh ketegangan, serta mampu mendorong perekonomian daerah,” ujar Nanang.
Dari sisi penyelenggara, Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyebut pendekatan preventif menjadi kunci utama dalam mendapatkan izin pertandingan berisiko tinggi tersebut. Ia menambahkan xampak dari upaya ini bukan sekadar kesuksesan penyelenggaraan, namun laga melawan Persebaya diharapkan mampu menjadi obat penyembuh trauma yang selama ini dirasakan semua pihak setelah tragedi Kanjuruhan.
“Kami sangat menekankan pentingnya langkah pencegahan dan edukasi kepada suporter. Hal ini krusial untuk menjaga kenyamanan dalam pertandingan terdekat, yang mana akan menjadi bahan pertimbangan utama kepolisian dalam menerbitkan izin laga Derby Jatim nanti,” ungkap Erwin Hardiyono.
Sementara itu, perwakilan manajemen Arema FC, Munif Wakid, mengapresiasi perkembangan positif dari suporter Aremania yang dinilai semakin dewasa dalam mendukung tim. Ia mengajak seluruh pihak untuk mendukung kesuksesan laga melawan Persebaya.
“Kami melihat Aremania saat ini sudah berada di jalur yang lebih baik dan menunjukkan kedewasaan yang luar biasa. Kami sangat berharap hal ini tidak tercoreng oleh hal-hal kecil yang tidak diinginkan di dua pertandingan sebelum melawan Persebaya,” tambah Munif Wakid.
Polda Jatim juga mengingatkan pentingnya peran suporter dalam menjaga situasi tetap kondusif, termasuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar di media sosial. Dari pihak Persebaya, manajemen menyatakan dukungannya terhadap upaya pengamanan yang dilakukan kepolisian.
“Kami berterima kasih atas dukungan Polda Jatim. Kami juga terus mengingatkan suporter agar tidak terpengaruh provokasi, khususnya di media sosial,” ungkap perwakilan Persebaya.
Komitmen serupa juga disampaikan Presidium Aremania yang siap menjaga keamanan saat laga digelar di Kanjuruhan.
“Aremania siap menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pihak. Tidak ada toleransi bagi oknum yang melakukan tindakan melanggar hukum,” jelas perwakilan Aremania. (yog/bob)








