DPUPRPKP Kota Malang Bicara Soal Banjir Langganan Setiap Musim Hujan

DPUPRPKP Kota Malang Bicara Soal Banjir Langganan di Kota Malang Setiap Musim Hujan
Ilustrasi Salah satu banjir di Kota Malang(Blok-a.com/Mike)

Kota Malang, blok-a.com – Masuki musim hujan, beberapa wilayah di Kota Malang kerap terjadi banjir. Air menggenang pasti terjadi di beberapa titik dan menganggu masyarakat.

Seperti di, simpang tiga Ciliwung atau di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, saat hujan lebat mengguyur, tinggi air lebih dari 30 centimeter. Dugaanya karena drainase yang tak mampu menampung debit air hujan. Air pun kemudian meluap hingga menutup seluruh badan.

Selain itu, banjir juga menggenangi akses Jalan Danau Toba di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, saat hujan deras , Selasa (14/11/2023) sore kemarin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Prayitno mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan atas dampak hujan deras.

Hasilnya, ada beberapa titik yang mengalami genangan air, akibat tingginya intensitas hujan.

“Terpantau hanya genangan air, ketika hujan reda sudah surut. Ada tujuh titik, salah satunya di Ciliwung, Sudimoro, dan Cengger Ayam,” tegas Prayitno saat dikonfirmasi Rabu (15/11/2023) kemarin.

Prayitno menambahkan genangan air itu diduga disebabkan oleh drainase yang tak mampu menampung debit air hujan.

“Sehingga terjadi banjir limpasan sesaat dengan ketinggian hingga kurang lebih 10 centimeter,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto mengatakan ada rencana penyesuaian anggaran pada 2024.  Ia telah memiliki rencana tersendiri untuk mengalokasikan kebutuhan penanganan banjir

“DPUPR-PKP Kota Malang memprioritaskan penanganan banjir pada 2024 dengan anggaran yang sudah dialokasikan pada 2024 sebesar Rp 2,3 milyar, mayoritas untuk menangani banjir dan perbaikan serta perawatan jalan di perkotaan,” ujar Dandung kepada blok-a com, Kamis (16/11/2023)

Penanganan banjir dinilai sangat penting karena bencana tersebut selalu berulang setiap kali musim hujan berlangsung. Masalah ini pun harus dituntaskan, sebab persoala banjir ini selalu menjadi trending topik di tengah masyarakat.

“Kami prioritaskan drainase dan aspal jalan karena itu yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, intinya penuntasan masalah banjir dan masalah jalan,” bebernya.

Dari data DPUPRPKP Kota Malang ada 36 titik genangan air yang telah teridentifikasi pada 2022. Jumlah ini sedikit berkurang, dibandingkan pada 2019 kemarin ada 59 titik genangan air di Kota Malang.

Terdapat sejumlah saluran drainase yang mampet bahkan tidak memiliki saluran air keluar. Kini pihaknya tengah menyelesaikan persoalan itu juga.

Dijelaskan Dandung bahwa pembangunan yang dilaksanakan saat ini sudah mengacu pada konsep master plan drainase. Hal itu nantinya yang akan terus dilihat bagaimana progres kedepan tentang permasalahan banjir di Kota Malang.

Pihaknya telah membuat drainase di daerah Sawojajar, lalu pembuatan embung di Tunggul Wulung. Termasuk di perkampungan juga di Jalan Cakalang. Anggaran tahun 2023 ini lebih besar untuk penanganan drainase dan jalan.

Progres pengerjaan drainase di kawasan Sawojajar telah memperlihatkan progres yang baik. Diperkirakan, pekerjaan segera berakhir sebelum berganti tahun.

“Progresnya cukup bagus, kami prediksi Sawojajar nol genangan jika pekerjaan ini selesai,”tegasnya.

DPUPRPKP Kota Malang membangun drainase yang ukuran diameternya 1,5 meter. Ukuran 1,5 meter itu dipasang di dekat jalan utama kawasan Sawojajar.

Pengerjaan yang tengah dilakukan saat ini untuk mengatasi banjir kawasan Jalan Danau Toba, Ki Ageng Gribig, Jongge dan Bratan Timur.” imbuhnya .

Pengerjaan drainase ini merupakan bagian dari rencana nol genangan pada 2028. Rencana itu telah dicanangkan oleh Pemkot Malang. Selain membangun dan memelihara drainase,

“Upaya lain yang dilakukan untuk mengatasi banjir adalah membangun bendungan kecil yang disebut bozem.” tandas Dadung. (mg1/bob)