Kota Malang, blok-a.com – Dugaan keracunan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pertama kalinya terjadi di Kota Malang. Sebanyak sekitar 35 siswa SDN Kauman 1 dilaporkan mengalami keluhan usai menyantap makanan dari program tersebut pada pekan lalu.
Menanggapi kejadian itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang langsung melakukan pengecekan ke sekolah serta berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia makanan. Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium dan investigasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, mengatakan sekitar 35 siswa sempat dilaporkan mengalami keluhan. Namun, kondisi mereka kini berangsur pulih.
“Kemarin laporannya sekitar 35 anak. Anak-anak sekarang juga sudah sehat. Sampai detik ini saya belum mendapat laporan terbaru apakah masih ada yang dirawat,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
Dari hasil pengecekan awal, Disdikbud menemukan indikasi salah satu menu makanan yang disajikan diduga dalam kondisi basi. Meski begitu, pihaknya belum dapat memastikan jenis makanan maupun penyebab pastinya karena masih menunggu hasil pemeriksaan dari instansi terkait.
“Dari pengecekan kemarin memang ada salah satu masakan. Tapi ini masih simpang siur, apa yang basi dan unsur penyebabnya masih menunggu kepastian dari Dinkes dan pihak pertanian,” katanya.
Menurut Suwarjana, menu yang diduga bermasalah merupakan makanan basah atau berkuah, meski bukan kuah dalam jumlah banyak.
Ia menegaskan pengawasan terhadap kualitas makanan MBG selama ini terus dilakukan. Apabila ditemukan makanan yang dinilai tidak layak konsumsi, pihak sekolah diminta untuk tidak membagikannya kepada para siswa.
“Kalau ada makanan yang basi, lebih baik murid kami tidak usah makan. Tidak makan satu hari masih aman daripada berisiko,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, mengatakan proses uji laboratorium terhadap sampel makanan masih berlangsung. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab dugaan keracunan.
“Kita akan umumkan hasil uji lab. Masih proses, insyaallah hari ini selesai,” tandasnya. (bob)




