Evaluasi Kemendagri: Pj Walikota Malang Dapat Nilai Sempurna

Pemkot Meresmikan Logo HUT ke-110 Kota Malang, Ini Arti dan Maknanya
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat

Kota Malang, blok-a.com – Pj Walikota Malang Wahyu Hidayat baru saja menyelesaikan triwulan kedua masa baktinya. Kinerjanya selama triwulan kedua telah dievaluasi oleh Kemendagri dan mendapatkan nilai sempurna. 

Wahyu menjelaskan bahwa terdapat setidaknya 106 indikator yang harus dipenuhi dalam evaluasi kinerja tersebut. Evaluasi tersebut juga harus disampaikan secara rinci, baik dari segi kuantitatif maupun kualitatif.

“Pada saat evaluasi triwulan kedua kemarin, saya selaku penjabat Walikota Malang yang mendapatkan amanat dari Pak Presiden dan Mendagri telah melaksanakan tugas dengan baik dan alhamdulillah mendapatkan nilai sempurna,” terangnya pada Selasa (23/4/2024).

Prestasi ini bahkan mencatat rekor, karena sebelumnya belum pernah tercapai. Oleh karena itu, Kemendagri pun meminta penjabat-penjabat daerah lain untuk menjadikan Pj Walikota Malang Wahyu Hidayat sebagai acuan percontohan.

“Alhamdulillah kita mendapatkan nilai baik dan pujian, dan kemendagri meminta penjabat lain untuk belajar, terkait dengan bagaimana melaksanakan jabatan ini, kepada Penjabat Walikota Malang,” ungkap alumni ITN Malang itu disambut dengan riuh tepuk tangan forum.

Namun, pencapaian menjadi contoh ini dianggap sebagai tanggung jawab tambahan bagi Wahyu. Karena, dengan prestasi ini berarti ia harus kembali sekuat tenaga menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah (PR) dengan juga mencontoh kinerjanya di triwulan kedua lalu.

Wahyu mengungkapkan bahwa jumlah PR yang telah diberikan padanya sebelumnya sangatlah besar sehingga mengatasi semua itu membutuhkan waktu.

“Terkait dengan tiga pasar, parkir, kemacetan, banjir, ini semua sudah ada skenarionya. Namun kita tidak bisa simsalabim selesai, semua ada tahapan prosesnya. Semua harus kita kaji, kita lihat permasalahannya seperti apa,” terangnya.

Wahyu menyampaikan keyakinannya bahwa dengan memperhatikan aspirasi masyarakat, banyak masalah yang dapat terselesaikan. Namun, ia juga mengakui bahwa masa jabatan yang singkat menjadi faktor yang membuat ia tak bisa menuntaskan seluruh masalah itu sekaligus.

“Tapi skenario-skenario penyelesaian itu sudah ada, sudah saya konsepkan dan apabila bisa selesai dalam masa jabatan saya alhamdulillah. Tapi tidak mungkin semua bisa selesai dalam masa jabatan saya,” tandasnya. (art/bob)