Kota Malang, blok-a.com – Harga telur ayam di Kota Malang kembali merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini dikeluhkan pedagang di pasar karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan omzet pedagang.
Pantauan blok-a.com di Pasar Bunul, Rabu (8/10/2025), harga telur tembus Rp 30 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga masih bertahan di kisaran Rp28 ribu per kilogram.
“Mulai tiga hari ini sudah Rp29 ribu, kalau eceran sampai Rp30 ribu,” ujar Hasanah, pedagang telur di Pasar Bunul.
Hasanah mengaku kenaikan harga membuat pembelian masyarakat menurun. Sebelumnya, pembeli biasa mengambil setengah kilo, kini hanya seperempat kilo.
“Satu peti dulu bisa habis sehari, sekarang belum tentu. Harganya mahal, pasarnya sepi, ya untungnya nggak ada. Ini seperti pandemi ekonomi,” keluhnya.
Akibat mahalnya harga, banyak warga beralih ke bahan pangan lain seperti tahu dan tempe untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
Hal serupa dirasakan Ani, pedagang warung makan di kawasan Blimbing. Ia mengaku kebingungan menyesuaikan harga jual agar tidak kehilangan pelanggan.
“Ya berat, semua harga ikut naik. Di rumah juga tiap hari butuh telur hampir satu kilo, tapi sekarang dikurangi,” tuturnya.
Ani menambahkan, untuk menutup biaya, ia kini mengambil keuntungan dari menu lain seperti ikan. Harga makanan di warungnya pun tidak dinaikkan signifikan agar pembeli tidak pindah ke warung lain.
“Kalau dinaikkan banyak, pembeli lari. Jadi untungnya ditutup dari menu lain saja,” tandasnya. (bob)




