Kota Malang, blok-a.com – Pengoperasian Bus Trans Jatim di wilayah Kota Malang mengalami penyesuaian seiring pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang dipusatkan di Stadion Gajayana dimulai pada Sabtu (7/1/2026) besok.
Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Cito Eko Yuly Saputro, mengatakan terdapat empat titik henti Bus Trans Jatim yang dinonaktifkan sementara karena terdampak kepadatan lalu lintas. Empat titik tersebut berada di Shelter Kayutangan, Rambu Ijen, Shelter Ijen dan Shelter Kawi.
“Empat titik yang kami nonaktifkan itu untuk mengantisipasi titik macet di sekitar venue satu abad NU,” kata Cito, Jumat (6/1/2026).
Ia menjelaskan, penonaktifan dilakukan mulai Sabtu (7/2/2026) pukul 15.00 WIB hingga Mingu (8/2/2026). Terkhusus hari Minggu, pengaktifan kembali bersifat tentatif, tergantung kondisi lalu lintas di lapangan.
“Untuk tanggal 8 nanti, akan diaktifkan kembali jika kondisi sudah memungkinkan. Kalau sudah tidak crowded atau tidak ada parkir kendaraan, langsung kami aktifkan,” ujarnya.
Cito mengakui kebijakan ini berdampak langsung pada penumpang, khususnya mereka yang biasa naik atau turun di empat titik tersebut.
“Pasti ada pengaruhnya. Penumpang yang biasanya mengakses empat titik itu sementara tidak bisa,” terangnya.
Meski demikian, ia menjelaskan operasional Bus Trans Jatim tetap berjalan normal, dan penyesuaian hanya berlaku pada empat titik henti tersebut.
“Operasional tetap jalan. Yang tidak dilalui hanya empat titik itu karena di lokasi tersebut diperkirakan terjadi kepadatan tinggi,” pungkas Cito.
Sebagaimana diketahui, Stadion Gajayana Kota Malang menjadi tuan rumah Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada Sabtu dan Minggu (7-8/2/2026) besok. Kegiatan keagamaan organisasi terbesar di Indonesia ini diperkirakan akan dihadiri hingga 100 ribu jamaah dari seluruh wilayah yang ada di Indonesia khususnya Jawa Timur. (yog/bob)




