Terkendala IPAL, Enam SPPG di Kota Malang Masih Kena Suspend

Ilustrasi SPPG di Kota Malang yang kena suspend (Gemini AI)

Kota Malang, blok-a.com – Status suspend masih membayangi enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang. Akibatnya, ribuan pelajar dan penerima manfaat lainnya hingga kini belum kembali mendapatkan layanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Penghentian sementara operasional enam dapur MBG tersebut berkaitan dengan pemenuhan persyaratan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang menjadi ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Sebelumnya terdapat tujuh SPPG yang dikenai suspend, namun satu dapur telah menyelesaikan persyaratan dan sedang menunggu proses pencabutan status tersebut.

“Yang kemarin tujuh itu masalah suspend IPAL. Ada yang IPAL-nya belum sesuai atau memang tidak ada,” ujar Koordinator SPPI Kota Malang, Muhammad Athoillah, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, keberadaan IPAL menjadi syarat penting untuk memastikan limbah operasional dapur MBG tidak mencemari lingkungan sekitar. Karena itu, BGN mewajibkan setiap SPPG memenuhi standar yang telah ditetapkan sebelum dapat beroperasi.

“Sekarang tinggal enam yang masih kena suspend. Yang satu sudah selesai dan sedang antre proses pencabutan suspend,” ungkapnya.

Meski sejumlah persyaratan telah dipenuhi, pencabutan status suspend tetap harus menunggu proses administrasi dari BGN. Saat ini banyak SPPG dari berbagai daerah di Pulau Jawa yang juga sedang mengajukan pencabutan suspend sehingga prosesnya membutuhkan waktu.

“Sudah selesai, hanya memang masih dalam antrean pencabutan. Karena se-Pulau Jawa, antreannya cukup banyak,” jelasnya.

Belum adanya kepastian pencabutan suspend membuat operasional kembali enam SPPG tersebut masih menunggu keputusan dari BGN. Dampaknya, distribusi MBG kepada ribuan penerima manfaat di Kota Malang belum dapat berjalan normal.

Di sisi lain, jumlah SPPG di Kota Malang sebenarnya telah melampaui kebutuhan yang diproyeksikan pemerintah. Dari target kebutuhan sekitar 85 SPPG, saat ini telah tersedia 87 dapur MBG yang tersebar di berbagai wilayah.

“Setiap SPPG maksimal hanya melayani 3.000 penerima manfaat. Itu sudah termasuk kelompok B3, maksimal 500 penerima per SPPG,” terangnya.

Pihaknya berharap proses pencabutan suspend dapat segera dilakukan sehingga seluruh SPPG kembali beroperasi dan layanan MBG kepada pelajar maupun kelompok penerima manfaat lainnya dapat berjalan normal kembali. (bob)

Exit mobile version