Kabupaten Malang, blok-a.com – Harapan baru muncul bagi keluarga pemilik rumah yang aksesnya tertutup tembok Perumahan Bukit Cemara Tujuh (BCT) di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang selama lebih dari dua dekade. Setelah DPRD Kabupaten Malang turun langsung meninjau lokasi, generasi kedua keluarga terdampak mulai angkat bicara dan berharap persoalan ini segera menemui titik terang.
Herdiyana Pascarita, anak dari Heru Prajitno yang rumahnya terdampak penutupan tembok itu, menyebut perjuangan keluarganya sudah berlangsung selama 23 tahun. Kini, tongkat estafet itu dilanjutkan oleh anak-anak mereka.
“Istilahnya masalah ini sekarang sudah regenerasi. Kalau dulu orang tua kami yang turun langsung memperjuangkan, sekarang waktunya kami anak-anaknya yang menggantikan. Pemerintah juga kan sudah berganti, eranya sudah berbeda. Jadi saya yakin tidak ada lagi yang ditutupi,” ujar Herdiyana, Jumat (3/10/2025).
Menurut Herdiyana, kedatangan DPRD ke lokasi memberi semangat baru. Ia optimistis kehadiran wakil rakyat bisa membuka jalan penyelesaian yang adil bagi semua pihak.
“Dengan datangnya bapak dan iu dari DPRD Kabupaten Malang, saya anggap ini sebuah pemacu luar biasa. Saya yakin pemerintahan sekarang bisa membantu menyelesaikan masalah yang sudah dua dekade lebih ini. Saya sih positif thinking saja,” ucapnya.
Meski begitu, Herdiyana berharap perjuangan keluarganya tidak berakhir dengan sia-sia. Ia menegaskan keluarganya siap berkorban, baik tenaga, pikiran, maupun perasaan, demi mendapatkan hak akses yang sudah lama mereka perjuangkan.
“Selama ini kami sudah berkorban banyak, bahkan korban perasaan. Tapi kalau ingin meraih sesuatu yang baik, pasti ada effort yang harus dikeluarkan. Sayang sekali kalau perjuangan 23 tahun ini harus berhenti begitu saja. Kami akan terus maju sampai ada solusi bersama,” tegasnya.
Herdiyana berharap persoalan akses ini bisa segera diselesaikan dengan melibatkan semua pihak, mulai dari warga sekitar hingga pengembang perumahan.
“Kalau memang dibuka, nanti bagaimana pengaturannya, itu bisa dibicarakan. Yang penting ada solusi bersama. Keluarga kami pasti siap mengikuti alur dan arahan yang ada,” pungkasnya. (yog/bob)



