Jelang Nataru 2026, Dishub Kota Malang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Antisipasi Bencana

Dishub Kota Malang rekayasa lalu lintas di Jembatan Embong Brantas, Senin (24/11/2025) (blok-a/Bob Bimantara Leander)
Dishub Kota Malang rekayasa lalu lintas di Jembatan Embong Brantas, Senin (24/11/2025) (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mulai mematangkan sejumlah langkah antisipatif untuk memastikan kelancaran arus kendaraan. Selain manajemen lalu lintas, pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama periode libur panjang.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengungkapkan bahwa arahan terbaru dari Kementerian Dalam Negeri menekankan integrasi mitigasi bencana dalam penyusunan rekayasa lalu lintas.

“Dalam persiapan Nataru, kami tidak hanya fokus pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga mengantisipasi potensi bencana. Pengaturan lalu lintas nantinya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Widjaja menuturkan bahwa titik-titik rawan macet di Kota Malang masih sama seperti tahun sebelumnya. Namun, ruas jalan dengan potensi banjir dan gangguan alam lainnya akan dipantau secara khusus. Jika terjadi kondisi darurat, rekayasa lalu lintas dapat diterapkan secara situasional.

Sejumlah proyek infrastruktur yang progresnya sudah mendekati penyelesaian turut diharapkan mendukung kelancaran arus saat libur Nataru. Salah satunya Jembatan Embong Brantas di Jalan Gatot Subroto yang ditargetkan sudah beroperasi optimal.

“Mudah-mudahan saat liburan nanti sudah selesai, sehingga arus lalu lintas bisa lebih lancar,” ujarnya.

Proyek lain yang diyakini memiliki dampak signifikan yakni Jembatan Kedungkandang serta perbaikan ruas Jalan Malik Dalam dan Jalan Soekarno–Hatta. Untuk Jalan Soekarno–Hatta, penyelesaian pengerjaan sebelum akhir tahun diprediksi akan memperbaiki kepadatan kendaraan di kawasan tersebut.

Sementara itu, kawasan Kayutangan Heritage diperkirakan kembali menjadi pusat keramaian saat malam pergantian tahun. Meski begitu, Widjaja menyampaikan bahwa area parkir baru di kawasan tersebut kemungkinan belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Dishub akan mengoptimalkan kantong-kantong parkir eksisting seperti di Alun-alun Kota Malang serta titik pendukung lainnya. Tidak ada rencana penutupan jalan di koridor utama Kayutangan saat malam tahun baru, tetapi pengaturan petugas dan rekayasa mobilitas warga akan diperketat agar situasi tetap kondusif.