Jembatan Tirto Taruno Malang Bisa Diakses Kendaraan Lagi, Struktur Lebih Kuat

Jembatan Tirto Truno, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang usai rampung diperbaiki (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Jembatan Tirto Truno, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang usai rampung diperbaiki (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Usai ambrol sekitar 10 bulan lalu, jembatan Tirto Taruno yang merupakan penghubung antara Dusun Bendungan dan Klandungan, Desa Landungrari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang kembali bisa diakses kendaraan, pada Senin (29/7/2024).

Jembatan yang merupakan akses utama warga sekitar telah rampung digarap oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang dengan total anggaran sebesar Rp514,5 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Malang 2024.

Kepala Desa Landungsari, Asyarul Khakim menerangkan, struktur jembatan baru ini diakui lebih kuat dibandingkan bangunan sebelumnya. Pengerjaannya sendiri perlu memakan waktu kurang lebih dua bulan atau sejak awal Mei 2024 lalu.

“Kita menunggu hampir sepuluh bulan. Prosesnya sangat panjang, hingga pagi hari ini masyarakat desa Landungsari khususnya, bisa memanfaatkan seperti semula,” ujar Khakim saat dikonfirmasi, Senin (29/7/2024).

Sebelumnya, kata Khakim, jembatan yang sempat lapuk hingga akhirnya ambrol tersebut merupakan bangunan zaman koloneal belanda.

Sehingga, memang perlu adanya penguatan yang disesuaikan dengan aspek kebutuhan. Mengingat, jembatan tersebut banyak dilalui kendaraan berukuran besar.

“Ini perubahan jembatan lebih baik dari sebelumnya. Karena jembatan dulu bangunan sejak zaman belanda, artinya konstruksi sekarang ini disesuaikan speknya,” jelasnya.

Dengan pekuatan struktur jembatan yang memiliki panjang tujuh meter tersebut, ia berharap bisa menjadi penghubung ekonomi warga sekitar, utamanya Desa Landungsari, Kabupaten Malang.

“Biasanya dilewati truk juga. Sekarang diperkuat dengan cor bersi. Setelah nunggu usia beton 28 hari baru bisa dibuka,” tambahnya.

Diketahui, jembatan ini sempat viral beberapa waktu lalu karena seseorang misterius mengirim karangan bunga dengah bertuliskan, ‘Turut berdukacita atas jembatan Klandungan Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Sudah 7 bulan tidak ada perbaikan. Warga Landungsari dan sekitarnya’

Putusnya akses jembatan roda empat antara dusun Klandungan dan dusun Bendungan di Kecamatan Dau Kabupaten Malang ini memang sempat memberikan dampak yang signifikan terhadap warga sekitar.

Dari sisi akses, ambrolnya Jembatan Tirto Taruno tersebut mengharuskan kendaraan roda empat memutar cukup jauh hingga Jalan Tlogo Wulan di sebelah timur Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri).

Sementara dari sisi ekonomi, ambrolnya jembatan itu juga menghambat proses distribusi untuk warga sekitar yang berprofesi sebagai pedagang. (ptu)

Exit mobile version