Keluarga Korban Anggap Bakal Monumen Tragedi Kanjuruhan Sebagai Pengingat Ada Pembantaian

Kabupaten Malang, blok-a.com – Keluarga korban tragedi kanjuruhan menginginkan penambahan monumen di Gate 13 Stadion Kanjuruhan. Rencananya, penambahan ornamen di monumen tersebut berupa tangan memegang syal Arema.

Hal itu disampaikan oleh salah satu keluarga korban tragedi kanjuruhan, Devi Athok Yulfitri. Ia merangkan, penambahan orname tangan memegang syal itu untuk memberikan filosofi tersendiri pada monumen tersebut.

“Nanti ada tiga pilar batu, ditulis nama-nama korban. Ada dari kepolisian dua orang itu juga ditulis. (Tambahannya) nanti ada tangan keluar menjulur memegang syal Arema,” ujar Devi Athok saat ditemui, Sabtu (23/6/2024).

Ia menerangkan, bentuk tangan mengepal dengan memegang syal club sepak bola tersebut sebagai bentuk pengingat, bahwa pernah terjadi tragedi kelam persepakbolaan dunia di Stadion Kanjuruhan menurutnya.

“Ini sebagai pengingat di sini pernah ada pembantaian supporter arema oleh pihak kepolisian,” jelasnya.

Selain itu, dengan adanya monumen tersebut ayah dari mendiang Natasya dan Naila ini berharap peristiwa nahas yang menimpa dua putrinya tidak terjadi lagi di persepakbolaan dunia.

“Agar tidak terjadi lagi kekerasan aparat kepada suporter bola yang seperti di dalam Stadion Kanjuruhan 1 Oktober 2022,” tegasnya.

Terpisah, Projek Manager renovasi Stadion Kanjuruhan dari PT Waskita Karya, Vino Pramudia mengatakan bahwa pihaknya akan mengakomodir permintaan dari keluarga korban tragedi kanjuruhan.

Vino mengatakan, pihaknya akan kembali mendesain monumen di gate 13 Stadion Kanjuruhan sesuai dengan keinginan keluarga korban tragedi kanjuruhan. Termasuk tangan yang memegang syal bertulisan Arema.

“Tadinya kan ada tiga pilar batu, tambahannya nanti akan ditambahkan tangan memegang syal nantinya. Itu nanti akan coba kami desainkan,” ujar Vino saat ditemui usai melaksanakan doa bersama Dino Geblag, Sabtu (22/6/2024) kemarin. (ptu)

Exit mobile version