Kabupaten Malang, blok-a.com – Pasar Sumedang yang dicanangkan akan dikembangkan menjadi mal semi modern dengan fasilitas bioskop hingga saat ini masih belum dapat terealisasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang masih tunggu dorongan pihak ketiga.
Pengembangan itu direncanakan dipusatkan di lantai dua Pasar Sumedang. Namun, dari pantauan Blok-a.com di lapangan hingga saat ini lantai dua tersebut belum tersentuh pembangunan lanjutan.
Jika diperhatikan, di latai dua hanya berupa bangunan kosong. Sisa-sisa pembangunan membuat sekitar lokasi tampak kotor dan berdebu.
Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi menuturkan, bangunan Pasar Sumedang saat ini sepenuhnya telah diserahkan kepada pedagang untuk menempati los, toko atau bedak yang ada.
Dirincikan Mahila, ada sebanyak 105 toko, 54 besak dan 657 unit los. Keseluruhannya diisi pedagang sebanyak 816 orang.
“Kita carikan pihak ketiga, butuh kita telaah, kalau yang melamar ini sudah ada baru bisa bentuk kerja sama,” ucap Mahila saat dikonfirmasi awakmedua, Jumat (18/8/2023).
Kendati demikian, kata Mahila, pengembangan belum dapat dilakukan sesegera mungkin. Sebab, penawaran kerja sama yang menawarkan pengembangan hampir keseluruhan mal semi modern hingga bioskop di lantai dua dan tiga itu, belum juga dilirik oleh pihak ketiga.
Oleh karenanya, Pemkab Malang tidak dapat memastikan pengembangan akan selesai di tahun 2023.
“Tergantung pihak ketiga, sekarang berproses agar masuk kerja samanya. Mungkin awal tahun 2024 baru bisa dikerjakan, untuk tahun ini belum bisa terisi,” jelasnya.
Sejauh ini, Mahila mengaku, pasar yang rencananya akan diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa itu hanya ramai beroprasi saat malam hari. Sedangkan saat siang hari, hanya sebagian toko yang beroprasi.
“Beroperasi siang hanya beberapa. Harapannya setelah kerja sama ada dan dikembangkan mal serta sinema akan ramai pada pagi dan siang hari, mendukung aktivitas pedagang lain,” pungkasnya. (ptu/lio)








