Pelaku Usaha di Suhat Ngeluh Sepi Pembeli Gegara Proyek Drainase

Pengerjaan proyek drainase di Jalan Suhat, Kota Malang, Rabu (29/10/2025) (blok-a/Zul)
Pengerjaan proyek drainase di Jalan Suhat, Kota Malang, Rabu (29/10/2025) (blok-a/Zul)

Kota Malang, blok-a.com – Proyek drainase di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) Kota Malang menuai keluhan dari para pelaku usaha. Pasalnya, akses menuju warung dan toko mereka tertutup akibat pembongkaran gorong-gorong.

Pantauan di lapangan, sejumlah warung UMKM terlihat sepi pengunjung. Hanya ada satu jembatan kayu kecil yang menghubungkan jalan dengan deretan tempat usaha di kawasan itu.

Salah satu karyawan Warung Nasi Bu Win, Dewi, mengaku omzet warungnya turun drastis sejak proyek berjalan. “Kemarin dibongkar total, terus cuma ada satu jembatan kecil kayu ini. Ya orang takut mau ke sini, jembatannya gak layak,” ujar Dewi, Rabu (29/10/2025).

Pelaku usaha yang terdampak proyek drainase Suhat, Kota Malang (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Menurutnya, penjualan turun lebih dari 75 persen, terutama untuk pelanggan offline. “Biasanya bisa 50 konsumen per hari, sekarang paling cuma 10 orang. Untungnya masih terbantu penjualan online,” tambahnya.

Dewi bercerita, sebelum proyek dimulai, warungnya selalu ramai mahasiswa setiap pagi. “Setengah 6 pagi biasanya antre. Sekarang gak ada lagi. Harapannya semoga cepat selesai, apalagi kalau hujan becek dan warung kotor,” keluhnya.

Proyek drainase ini merupakan pekerjaan milik Pemprov Jatim senilai Rp30,1 miliar, membentang sepanjang 1,3 kilometer dan dimulai sejak Agustus 2025. Sesuai kontrak, proyek ditarget rampung pada November 2025 mendatang.

Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyebut dampak sementara dari proyek itu merupakan konsekuensi pembangunan yang harus dijalani.

“Proyek itu dari provinsi. Saat awal dijalankan, para pengusaha sudah dikumpulkan dan sepakat menerima konsekuensinya,” jelas Wahyu saat ditemui di Balai Kota Malang, Rabu (29/10/2025).

Menurutnya, proyek drainase di Suhat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut. “Daripada dibiarkan begini terus tapi banjir setiap hari, kan malah lebih mengganggu. Dampak pembangunan itu hal biasa, tapi setelah selesai gak akan banjir lagi,” tegasnya.

Wahyu memastikan pengerjaan proyek dipercepat agar selesai tepat waktu. “Saya minta akhir November sudah rampung. Sekarang ada tiga tim yang turun supaya cepat selesai,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan koordinasi antara Pemkot Malang dan Pemprov Jatim sudah dilakukan sejak awal. “Pengusaha sudah tahu dan sudah siap. Jadi bukan sekadar disuruh menerima,” ujarnya.

Terkait genangan air yang masih muncul saat hujan, Wahyu menyebut hal itu wajar karena pengerjaan belum tuntas seluruhnya. “Kalau hujan ya pasti berdampak. Tapi nanti setelah rampung, manfaatnya akan dirasakan semua warga,” pungkasnya. (bob)

Exit mobile version