Kota Malang, blok-a.com – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan ke Kota Malang pada Jumat (29/5/2026) untuk memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). Didampingi Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini menyapa pedagang lanjut usia (lansia) yang ada di Pasar Bentoel.
Dalam kunjungan itu, Khofifah mengapresiasi pedagang lansia yang masih bersemangat untuk berjualan dengan usia yang sudah tidak sedikit. Apresiasi tersebut ditunjukkan dengan memberikan bantuan sembako kepada para pedagang yang ada di Pasar Bentoel.
Selain mengunjungi pasar, Khofifah juga menghadiri peringatan HLUN di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN). Melalui Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, ia menyampaikan momentum ini menjadi saat yang tepat untuk memperkuat pelayanan sekaligus pemberdayaan bagi warga lanjut usia.
Novi mengatakan, peringatan Hari Lansia tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan lansia, baik yang masih produktif maupun yang tidak lagi berdaya.
“Hari ini sesuai dengan temanya ‘Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh’, sehingga kita menghadirkan juga lansia-lansia tangguh, yaitu pedagang di pasar, kemudian pengusaha UMKM. Semuanya kita undang di sini,” ujar Restu.
Ia menjelaskan, Pemprov Jatim juga menyalurkan zakat produktif dari BUMD kepada 100 lansia dengan nilai masing-masing Rp500 ribu. Selain itu, bantuan rombong usaha diberikan kepada lansia yang masih aktif bekerja.
“Rombong ini juga diperuntukkan untuk lansia yang tangguh, yang masih berusaha, karena masih ada di antara kita lansia yang masih berdaya. Mereka juga masih ada yang menjadi tulang punggung keluarganya,” katanya.
Tidak hanya bagi lansia produktif, Pemprov Jatim juga memberikan perhatian kepada lansia tidak berdaya melalui program PKH Plus. Tahun ini, bantuan permakanan untuk lansia dialokasikan sebesar Rp450 juta, sementara jaminan hidup diberikan kepada 54 ribu lansia dengan total anggaran mencapai Rp108 miliar.
“Untuk perhatian kepada lansia, Ibu Gubernur ini luar biasa. Dari lansia yang tidak berdaya, Ibu berikan jaminan hidup berupa Rp2 juta per tahun satu orang lansia, dan mendapat 54 ribu sasaran,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai layanan khusus lansia juga diperagakan, mulai Posyandu Lansia, terapi kesehatan, hingga layanan pendampingan psikologis. Menurut Restu, Posyandu Lansia menjadi salah satu konsep pelayanan yang terus didorong agar bisa diterapkan di seluruh daerah di Jawa Timur.
“Posyandu lansia itu yang dilakukan untuk bayi sebetulnya. Ada pemeriksaan kesehatan, cek mata, pendampingan psikis, sampai terapi untuk lansia yang sudah linu-linu atau pasca stroke,” pungkasnya. (yog/bob)








