Blitar, blok-a.com – Para pedagang kaki lima (PKL) Alun-alun sisi Timur Kota Blitar, mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Senin (8/1/2024).
Pedagang meminta DLH Kota Blitar untuk mengepras pohon lain. Agar kejadian robohnya pohon beringin yang mengakibatkan rusaknya sejumlah warung milik PKL tidak terulang lagi.
Hal tersebut diungkapkan perwakilan PKL Alun-alun Kota Blitar, Mohammad Trianto.
“Kami minta, pohon-pohon di sekitar lapak pedagang untuk dikepras, agar kejadian ini tak terulang lagi. Ini harus menjadi perhatian DLH,” kata Mohammad Trianto.
Lebih lanjut Trianto menandaskan, sebetulnya pedagang sudah sempat menyampaikan keresahan soal ancaman pohon tumbang ini kepada Pemkot Blitar.
“Desember lalu, pedagang di Timur Alun-Alun berharap agar ada pengeprasan. Karena mendekati musim hujan, dikhawatirkan rawan roboh,” tandasnya.
Namun, menurut Trianto, hingga awal 2024 tak kunjung ada tindakan dari DLH Kota Blitar.
“Nah, ternyata terjadilah tragedi pohon ambruk menimpa pedagang dan pembeli,” imbuhnya.
Menurut Trianto, ada faktor lain yang menjadi penyebab robohnya pohon beringin tersebut, selain akibat hujan deras disertai angin kencang.
Pohon tersebut tumbang diduga karena akarnya terkena dampak pembangungan gorong-gorong di pinggir jalan.
Akar pohon diduga terkena dampak pemotongan sehingga menjadikan tak kuat.
“Kami punya bukti foto pas pembangunan gorong-gorong. Pedagang sempat minta jangan sampai dikepras akarnya. Dan ternyata begini akibatnya,” ujarnya.
Para pedagang menilai, pembangunan gorong-gorong pada 2022 lalu, tidak memperhatikan akses lingkungan. Sehingga akar menjadi pendek dan rawan roboh ketika terjadi hujan deras.
“Untuk itu, kami minta pemkot untuk evaluasi. Agar gorong-gorong di sisi Timur alun-alun itu dicor,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Blitar Jajuk Indihartati mengatakan, terkait pengeprasan pohon lain di timur alun-alun, pihaknya masih menunggu waktu yang tepat. Karena dibutuhkan persiapan yang matang.
“Pohon beringin di Timur alun-alun itu setidaknya ada 6 pohon. Selama ini pohon juga menjadi sarang bagi habitat burung blekok. Sedangkan saran dari pedagang kami tampung dulu. Nanti akan dikoordinasikan,” kata Jajuk Indihartati.
Jajuk masih meragukan robohnya Beringin tersebut akibat terpotongnya akarnya karena pembangunan gorong-gorong.
“Kami masih sangsi soal robohnya Beringin karena akar yang terpotong. Tapi kami menduga karena hujan deras angin kencang serta akar yang lapuk,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, hujan deras dan angin kencang merobohkan pohon Beringin di alun-alun Kota Blitar, Minggu (07/01/2024) sekitar pukul 14.00 WIB .
Akibat kejadian tersebut, sejumlah warung tenda PKL yang berjualan di sepanjang sisi Timur alun-alun mengalami kerusakan. 9 orang luka-luka, terdiri dari 8 orang dewasa dan 1 anak-anak. Kebanyakan korban merupakan warga Kabupaten Blitar.
Kondisi seluruh korban dalam keadaan sadar dan langsung mendapatkan perawatan di IGD RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Para korban mengalami luka lecet.
Total kerugian PKL akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp 49 juta.(jar/lio)




