Kota Malang, Blok-a.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Sanctus Augustinus Cabang Malang melaksanakan Masa Bimbingan (Mabim) pada 19 sampai 21 April 2024 kemarin.
Mabik ini dilaksanakan di Aula Komisi Kepemudaan Katolik, Kota Malang. Tujuan dari Mabim ini adalah untuk proses kaderisasi dalam tubuh organisasi.
Tema yang di usung dalam kegiatan ini adalah “Datang untuk Membawa Terang bagi masyarakat di era Post-Truth”.
Untuk diketahui Mabim adalah proses kaderisasi formal berjanjang ke dua di PMKRI setelah anggota mengikuti pendidikan formal Masa Penerimaan Anggota Baru yang wajib diikuti oleh anggota perhimpunan untuk dikukuhkan menjadi anggota biasa.
Ketua Panitia pelaksana Rosulandria Al Fiony, menyampaikan jumlah peserta yang megikuti Masa Bimbingan PMKRI Cabang Malang tahun 2024 sejumlah 57 peserta dan telah dinyatakan lulus sehingga bisa dilantik menjadi anggota biasa.
Ada pun peserta yang mengikuti masa bimbingan berasal dari berbagai komisariat dan komisariat jajakan se-PMKRI cabang Malang, pada Jumat (19/4/2024).
“Semoga kader yang dikukuhkan menjadi anggota biasa pada momentum Mabim ini dapat berproses secara penuh ke depannya” ujar srikandi yang akrab disapa Fioni ini.
Sementara itu Ketua Presidium PMKRI Cabang Malang, Doroteus Hartono menjelaskan esensi dan hakikat PMKRI merupakan organisasi perjuangan dan organisasi pembinaan kader. Sebagai organisasi pembinaan PMKRI memiliki system pembinaan formal berjenjang, yang salah satunya Mabim.
“Melalui proses kaderisasi ini kader diharapkan untuk semakin cakap dalam memahami nilai-nilai organisasi,” ujar Doroteus.
Lebih lanjut dikatakan PMKRI merupakan organisasi adalah tempat untuk pengembangan diri para kader gereja dan bangsa yang orentasinya adalah untuk menciptakan perubahan di tengah masyarakat.
Tak lupa pula ia mengucapkan terima kasih untuk semua pihak yang dengan caranya membantu menyukseskan agenda kaderisasi ini.
“Terima kasih kepada senior dan alumni, seluruh anggota biasa dan para stakeholder yang dengan caranya masing-masing ambil bagian dalam kelancaran kaderiasi ini,” tutupnya.
Proses mabim ini bukan saja hanya menerima materi-materi formal, namun juga diisi dengan beberapa kegiatan seperti diskusi, melaksanakan analisis sosial ke beberapa tempat di Kota Malang dan juga pelatihan Simulasi Aksi, ujarnya pada Jumat(19/4/2024)
Srikandi Ati, anggota dari Komisariat Jajakan Wisnuwardhana mengungkapkan komitmennya setelah dikukuhkan.
“Saya merasa bangga karena telah dikukuhkan menjadi anggota biasa, kita berkomitmen untuk terus berproses dan belajar untuk pengemanga diri dan organisasi PMKRI” ujar Kordinator Komisariat Jajakan Wisnuwardhana tersebut.
Penulis: Mahasiswa PKL Unitri




