Kota Malang, Blok-a.com – Meski Pasar Kebalen Malang begitu aktif pada saat subuh, namun ternyata perbedaan kontras terjadi. Jumlah pembeli di dalam pasar hanya bisa dihitung jari saja.
Pembeli lebih memilih pedagang yang meluber di Jalan Zaenal Zakse atau di luar Pasar Kebalen Malang.
Berdasarkan pantauan wartawan Blok-A.com, pada jam 04.00 WIB, hari Senin (15/1/2024), terlihat banyak kios meja yang kosong. Terdapat 300 lebih lapak di pasar. Namun, yang terisi tidak lebih dari 10. Di antaranya adalah pedagang daging di sisi kiri, bumbu dapur di tengah, dan kios makanan ringan di ujung kanan.

Suasana sepi terlihat di sepanjang lorong Pasar Kebalen. Hanya ada beberapa pedagang yang terlihat membuka lapak mereka. Pembeli pun terlihat sangat sedikit. Sejak pukul 04.00 WIB hingga 05.00 WIB, tidak lebih dari 20 orang yang datang. Tidak seperti di sepanjang jalan Zaenal Zakse yang begitu riuh pembeli.
“Memang kalau di luar ramai, tapi di dalam sepi. Ya gimana ya gabisa nyalahin juga tapi ini juga ambil sedikit (untung) cuma kalau sepi ya susah,” keluh salah satu pedagang.
Dalam seminggu, mendapatkan keuntungan Rp 200 ribu bersih sudah bagus. Namun rata-rata para pedagang masih mengais untung di bawah itu.
Berbeda dengan pedagang di luar pasar, dalam sehari mereka bisa mendapatkan Rp 200 ribu lebih. Apabila beruntung, bisa mendapatkan lebih dari itu.
“Yang datang ya banyak. Ada pelanggan ada yang umum,” ucap seorang pedagang sayur.
Menurut salah satu pengelola pasar, Sugianto, membenarkan hal itu. Meski pada jam-jam puncak keramaian pembeli, pedagang dalam pasar alami kesulitan pembeli. Selama ini, para pedagang mengandalkan pelanggan mereka saja.
Namun, sejak pandemi covid, para pedagang sudah kehilangan pelanggan tetap akibat persaingan e-commerce online. Sementara, untuk mengejar hal itu, para pedagang sudah terlalu tua.
“Mereka sudah sepuh, jadi kalau lihat HP juga minta ajari, banyak keluhan itu kami terima,” beber dia.
Para pelanggan juga banyak yang berpindah ke e-commerce online akibat harga yang tergolong lebih murah. Terlebih, langsung diantarkan sampai rumah.
Selain itu, penyebab sepinya pembeli ke Pasar Kebalen di dalam gedung dikarenakan pembangunan yang belum usai.
“Ini bangunan kan ditingkat, supaya para pedagang di luar bisa pada masuk, supaya ramai,” harap dia. (wdy/bob)




