Relokasi Puskesmas Bareng ke Jalan Bondowoso Segera Terealisasi, Anggaran Rp7,1 Miliar Disiapkan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif saat menjelaskan Relokasi Puskesmas Bareng. (blok-a.com / M Berril Labiq)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif saat menjelaskan Relokasi Puskesmas Bareng. (blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Rencana relokasi Puskesmas Bareng ke Jalan Bondowoso dipastikan akan terealisasi pada 2026. Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp7,1 miliar yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Mu’arif, mengatakan pembangunan Puskesmas Bareng telah masuk dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) pada awal 2026 dan saat ini memasuki tahapan persiapan pengadaan konsultan perencanaan.

“Insya Allah di pertengahan Februari sudah naik di Bagian Layanan Pengadaan (BLP) untuk penentuan pemenang konsultan perencanaan. Pengerjaan Detail Engineering Design (DED) sekitar satu setengah bulan,” ujar Husnul saat ditemui Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, penyusunan DED ditargetkan rampung pada April 2026. Setelah itu, proyek akan dilanjutkan ke tahap lelang konstruksi. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, penetapan pemenang konstruksi ditargetkan pada Juni 2026, sehingga pekerjaan fisik dapat dimulai pada Juli 2026.

“Target penyelesaian pembangunan maksimal awal Desember 2026,” katanya.

Lebih lanjut dari sisi anggaran, Husnul mengungkapkan pembangunan Puskesmas Bareng akan menggunakan dana sebesar Rp7,1 miliar. Nilai tersebut merupakan hasil penyesuaian dari rencana awal yang sempat diproyeksikan mencapai Rp10 miliar, setelah dilakukan evaluasi kebutuhan dan desain bangunan.

Puskesmas Bareng yang baru akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 3.142 meter persegi di Jalan Bondowoso. Menurut Husnul, relokasi dilakukan karena keterbatasan akses di lokasi lama, terutama untuk mobilitas masyarakat dan evakuasi pasien.

“Akses di lokasi lama cukup sulit, kendaraan roda empat tidak bisa masuk. Untuk peningkatan layanan, puskesmas harus berada di lokasi yang lebih mudah dijangkau masyarakat,” jelasnya.

Husnul menegaskan, Puskesmas Bareng yang baru akan dibangun sesuai standar puskesmas pada umumnya, namun tidak dilengkapi dengan fasilitas rawat inap.

“Fokusnya pada peningkatan layanan kesehatan dasar,” ujarnya.

Terkait kebutuhan sumber daya manusia, Husnul menyebut Puskesmas Bareng yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memiliki fleksibilitas dalam pemenuhan tenaga kesehatan.

“Kebutuhan tenaga medis, paramedis, maupun tenaga kesehatan lainnya bisa direncanakan dan direkrut sesuai kebutuhan layanan,” katanya.

Ia berharap pembangunan Puskesmas Bareng dapat berjalan lancar dan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

“Mudah-mudahan pembangunannya berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat,” pungkasnya. (ber/bob)