Kabupaten Malang, blok-a.com – Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Malang masa bakti 2025–2030 resmi dilantik di Pendopo Agung Kabupaten Malang pada Rabu (28/1/2026). Amarta Faza resmi menjabat sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Malang.
Sanusi mengatakan peran strategis Pramuka dalam pembinaan pendidikan karakter generasi muda, serta meminta organisasi kepanduan tersebut tetap konsisten tidak terlibat dalam politik praktis. Ia menambahkan Pramuka memiliki posisi penting dalam membentuk sikap, mental, dan kepedulian sosial pelajar serta pemuda di Kabupaten Malang.
“Dengan kepengurusan baru, saya berharap Pramuka Kwartir Kabupaten Malang bisa aktif membina pemuda-pemuda, utamanya untuk pembinaan karakter para pemuda dan pelajar,” ujar Sanusi seusai pelantikan.
Sanusi melarang adanya praktik politik praktis dalam segala kegiatan Pramuka. Menurutnya, hal itu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
“Itu sudah undang-undangnya. Pramuka tidak boleh ikut kampanye dan tidak ikut dalam politik,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Malang, Amarta Faza, menyampaikan fokus utama kepengurusannya adalah penguatan pendidikan karakter, yang tidak cukup diajarkan secara teoritis.
“Pendidikan karakter itu tidak bisa diajarkan secara kognitif saja, tapi harus melalui pembiasaan, habit, learning by example, atau suri teladan. Di situlah konsen Pramuka,” kata Amarta.
Ia menjelaskan, ke depan Pramuka Kabupaten Malang akan mengembangkan program-program riil yang sejalan dengan arahan Bupati, antara lain cinta alam, pelestarian lingkungan, dan kesiapsiagaan bencana.
“Wujudnya bisa berupa tanam pohon, bersih sungai, bersih pantai, mangrove, serta kegiatan di alam. Tidak hanya di ruang kelas,” ujarnya.
Selain itu, Kwarcab juga berencana membentuk Satuan Karya (SAKA) Bencana yang akan bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Malang sebagai bagian dari penguatan peran Pramuka dalam kebencanaan.
Menanggapi tantangan zaman, Amarta menilai perkembangan media sosial menjadi tantangan serius dalam pembinaan karakter generasi muda.
“Kalau tidak ada intervensi karakter, anak-anak bisa lebih terpengaruh konten negatif di media sosial. Di sinilah Pramuka harus hadir untuk membina karakter agar tetap bersahaja, peduli, dan beretika,” tuturnya.
Saat ini, Pramuka Kabupaten Malang memiliki 33 Kwartir Ranting (Kwarran) dengan ribuan gugus depan yang tersebar di seluruh wilayah. Regenerasi anggota, menurut Amarta, berjalan alami melalui jenjang Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega.
Di tingkat provinsi, Kwarcab Kabupaten Malang tercatat sebagai Kwarcab tergiat peringkat kelima di Jawa Timur dari total 38 kabupaten/kota.
“Ini awal yang baik. Ke depan kami ingin meningkatkan prestasi itu dengan program-program yang positif dan konsisten,” pungkasnya. (yog/bob)








