Mahasiswa UB Diajak BTN Jadi Inovator Muda di Sektor Bisnis Perumahan

Mahasiswa UB sedang mengikuti salah satu aktivitas di BTN housing preneur, Senin (2/11/2026) (foto: blok-a.com/Bob Bimantara Leander)
Mahasiswa UB sedang mengikuti salah satu aktivitas di BTN housing preneur, Senin (2/11/2026) (foto: blok-a.com/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang diajak melihat peluang kewirausahaan di sektor perumahan. Tak hanya pembangunan rumah dan bisnis properti, terdapat lebih dari 174 subsektor turunan yang bisa dikembangkan menjadi ladang usaha baru.

Peluang tersebut diperkenalkan PT Bank Tabungan Negara (BTN) (Persero) Tbk melalui program BTN Housingpreneur Batch 3 yang digelar di Auditorium Widyaloka Universitas Brawijaya, Senin (2/11/2026).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber untuk memberikan pemahaman mengenai konsep rumah dan housingpreneur. Di antaranya Kepala Laboratorium Arsitektur Nusantara Departemen Arsitektur Fakultas Teknik UB, Dr.techn. Ar. Ir. Yusfan Adeputera Yusran; Founder & Principal F_Architech.Indonesia, Ar. Arqom Faqihuddin; serta Founder PT Bagus Permata Biru, Bagus Salam Azizi.

Program BTN Housingpreneur 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menggali ide kreatif sekaligus mendorong lahirnya model bisnis baru yang berkaitan dengan kebutuhan hunian masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatim Bali Nusra), Bagus Hendri Setiawan mengatakan, sektor perumahan memiliki ekosistem bisnis yang luas. Hal ini membuka peluang bagi generasi muda untuk menciptakan usaha dari berbagai bidang keilmuan.

Menurutnya, inovasi di sektor perumahan tidak harus selalu berkaitan dengan pembangunan fisik rumah. Mahasiswa dapat mengembangkan gagasan melalui desain, teknologi digital, material bangunan, hingga berbagai layanan pendukung kebutuhan hunian.

“Kami tidak datang dengan membawa solusi, tetapi justru ingin bertanya kepada teman-teman, solusi apa yang kalian punya,” ujar Bagus.

BTN, lanjutnya, ingin membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat sektor perumahan dari perspektif yang lebih luas. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan usaha melalui inovasi yang dikembangkan.

Dalam BTN Housingpreneur Batch 3, BTN menargetkan sekitar 1.500 submission selama periode pendaftaran 28 September hingga 30 November 2026.

Namun, jumlah peserta bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan program. Kualitas ide, potensi pengembangan, serta dampak nyata bagi masyarakat juga menjadi aspek yang diperhatikan.

Peserta terpilih nantinya akan mendapatkan pendampingan melalui mentoring dan coaching bersama praktisi berpengalaman. Mereka juga dibekali penyusunan model bisnis menggunakan business model canvas, serta memperoleh kesempatan mengikuti networking dan business matching.

Bagus pun mengingatkan mahasiswa agar tidak minder ketika gagasan yang dimiliki masih sederhana atau belum diwujudkan dalam bentuk produk.

“Jangan takut apabila ide kalian masih kecil, belum punya bisnis, atau prototipenya belum sempurna. Sesuatu yang besar selalu dimulai dari sebuah ide,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., menilai BTN Housingpreneur Batch 3 memberikan manfaat bagi pengembangan pola pikir kewirausahaan mahasiswa.

“Keterlibatan BTN memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenali peluang di sektor properti dan perumahan yang selama ini mungkin belum banyak dijajaki,” tutur Noerdajasakti.

Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menerjemahkan persoalan kebutuhan hunian menjadi gagasan usaha yang inovatif. Dukungan pengembangan bisnis dan jejaring industri juga diharapkan dapat mendorong ide-ide tersebut berkembang menjadi solusi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat bagi masyarakat.

Kepala Laboratorium Arsitektur Nusantara Departemen Arsitektur Fakultas Teknik UB, Dr.techn. Ar. Ir. Yusfan Adeputera Yusran, menambahkan BTN Housingpreneur Batch 3 menjadi langkah konkret untuk menampung ide-ide mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa, khususnya generasi Z, membutuhkan ruang untuk mengemukakan gagasan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Ide-ide dari mahasiswa ini, mereka butuh challenge. Apalagi sekarang para Gen Z itu mereka benar-benar butuh tempat untuk mengemukakan idenya. Dengan posisi strategis yang dimiliki UB, program ini merupakan jemput bola yang cantik dari BTN,” kata Yusfan.

Ia menilai kebutuhan terhadap rumah akan selalu ada. Kondisi tersebut membuat gagasan mengenai konsep hunian dan bisnis properti memiliki peluang untuk terus berkembang.

Yusfan juga melihat upaya BTN menggali potensi lokal di setiap daerah sebagai langkah strategis. Menurutnya, ide sederhana yang lahir dari mahasiswa berpeluang menjadi tren baru di masa mendatang.

“Kali ini BTN mencoba menggali potensi-potensi lokal di setiap daerah, dengan kemampuan dari calon pemiliknya, itu adalah jalan untuk melihat potensi tersebut. Sehingga ide-ide yang mungkin kecil dari mahasiswa ini bisa jadi itu menjadi tren yang akan bagus di masa mendatang,” pungkasnya. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.