Unisma Wisuda 1.258 Mahasiswa, Beberkan Capaian Riset dan Inovasi Global

Wisuda ke-80, Unisma kukuhkan 1.258 mahasiswa. (foto: Youtube Unisma)
Wisuda ke-80, Unisma kukuhkan 1.258 mahasiswa. (foto: Youtube Unisma)

Kota Malang, blok-a.com – Universitas Islam Malang (Unisma) mewisuda 1.258 mahasiswa pada periode ke-80 yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (24-25/10/2026). Dalam kesempatan ini, Unisma turut memaparkan capaian riset, inovasi, dan pengembangan kerja sama internasional.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Unisma, Dr. Hj. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D., mengatakan wisuda diikuti mahasiswa dari seluruh fakultas dan program pascasarjana.

Dari total wisudawan, 10 mahasiswa berasal dari empat negara, yakni Sudan, Timor Leste, Thailand, dan Uzbekistan. Mahasiswa asal Timor Leste menjadi kelompok terbanyak di antara wisudawan asing.

Erna menyebut kehadiran mahasiswa dari berbagai negara mencerminkan keterbukaan Unisma terhadap keberagaman.

“Hal ini menunjukkan bahwa Unisma senantiasa menjunjung tinggi nilai multikulturalisme dan menghormati keberagaman. Mahasiswa dari latar belakang agama apa pun dapat menempuh studi dengan aman dan nyaman di Unisma,” ujar Erna.

Wisuda kali ini juga menjadi momentum pengukuhan lulusan program gelar ganda (joint degree) hasil kemitraan Unisma dengan St. John’s University, Taiwan. Program tersebut diikuti mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Teknik Sipil, dan Teknik Elektro.

“Melalui skema perkuliahan 2+2 dan 3+1, para mahasiswa menjalani proses pembelajaran di dua perguruan tinggi mitra, sehingga berhak menyandang gelar Sarjana Teknik dari Unisma sekaligus Bachelor of Engineering dari St. John’s University,” terangnya.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, lima dosen Unisma menerima penghargaan setelah menyelesaikan pendidikan doktoral. Kampus tersebut juga mengirimkan mahasiswa Fakultas Teknik untuk mengikuti program magang di luar negeri.

Sementara itu, di bidang penelitian, Unisma memperoleh pendanaan senilai Rp3,285 miliar pada tahun ini dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, LPDP, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Unisma juga mendapat hibah senilai 148.861 dolar Australia atau sekitar Rp1,8 miliar melalui program CONNECTS (Knowledge and Innovation Exchange), hasil kerja sama pemerintah Indonesia dan Australia.

Dalam program tersebut, Unisma bermitra dengan Charles Darwin University, Australia, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Penelitian berfokus pada sektor pendidikan untuk mendukung kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada bidang inovasi, Unisma menghasilkan dua paten, enam paten sederhana, 54 hak kekayaan intelektual (HKI), satu desain industri, dan 28 merek.

Kampus ini turut mengembangkan program ketahanan pangan, sustainable design lab, dan Unisma Green Campus bersama mitra dari Belanda melalui program WISErg.

Erna mengatakan Unisma juga terus memperkuat hubungan akademik dengan perguruan tinggi Taiwan melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, dan pertukaran mahasiswa.

Atas kontribusinya dalam pengembangan hubungan tersebut, Erna menerima Distinguished Taiwan Alumni Award dari pemerintah Taiwan. Penghargaan itu dijadwalkan berlangsung pada 4 November 2026.

Ke depan, Unisma juga akan menggelar konferensi internasional yang melibatkan perguruan tinggi dari Eropa, Asia, dan Australia.

“Kami bakal menggelar konferensi internasional The First International Conference on Animal Bioscience for Sustainable Ecosystem pada 28 November 2026 mendatang,” pungkas Erna. (ber)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis sekaligus videographer Blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu pemerintahan, paeristiwa, kriminal dan pendidikan di Malang Raya.