South Wave 2026 Jadi Momentum Dongkrak Ekonomi Malang Selatan, Camat Bantur Siapkan UMKM Lokal

Camat Bantur, Bayu Jatmiko, sebut gelaran South Wave jadi momentuk dongkrak ekonomi Malang Selatan (foto: blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Camat Bantur, Bayu Jatmiko, sebut gelaran South Wave jadi momentuk dongkrak ekonomi Malang Selatan (foto: blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Event South Wave 2026 di Pantai Regent, Balekambang, menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Malang Selatan. Camat Bantur, Bayu Jatmiko, menilai kegiatan tersebut dapat membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seiring meningkatnya akses menuju kawasan wisata.

Bayu mengapresiasi penyelenggaraan South Wave 2026 yang dinilai mampu menyambut perkembangan infrastruktur jalan Gondanglegi-Balekambang. Akses sepanjang kurang lebih 31 kilometer telah tersambung, meski penyelesaian jalan nasional secara keseluruhan ditargetkan pada Desember 2026.

“Ini sudah dijemput event-event besar. Nah, kami di wilayah ini melihatnya satu, faktor ekonomi. Karena apa pun jurusnya, semuanya kan berujung ke ekonomi,” ujar Bayu.

Ia menambahkan, South Wave 2026 dan kegiatan serupa berpotensi mendatangkan wisatawan lokal maupun luar daerah. Kehadiran pengunjung diharapkan memberi dampak langsung terhadap aktivitas perdagangan, kuliner, serta usaha masyarakat di sekitar destinasi wisata.

Karena itu, Bayu menilai masyarakat lokal perlu mempersiapkan diri agar tidak sekadar menjadi penonton ketika kawasan Malang Selatan semakin ramai dikunjungi wisatawan.

“Saya berulang kali dalam sambutan itu bilang, sebelum jalan ini selesai, kita harus bangkit. Jangan jadi penonton di rumah sendiri,” tambahnya.

Untuk mendukung peluang tersebut, Kecamatan Bantur mendorong pelaku UMKM agar lebih kompak dan siap berpartisipasi dalam berbagai kegiatan wisata. Salah satu langkah yang dilakukan sejak 2025 adalah memanfaatkan rumah dinas camat sebagai tempat berkumpul sekaligus ruang berjualan bagi pelaku usaha lokal.

Bayu mengungkapkan, fasilitas tersebut disediakan secara gratis agar pelaku UMKM dapat saling berkolaborasi, menyusun rencana, dan mengembangkan inovasi usaha.

“Jadi, kalau wisatawan dari Malang Selatan pulang ke arah Malang, di sebelah kiri depannya Indomaret sebelum kantor kecamatan, itu ada semacam orang jualan. Itu di lokasi kami, rumah dinas camat,” ungkapnya.

Saat ini, jumlah pelaku UMKM yang terdata di Kecamatan Bantur diperkirakan mencapai 60-an, baik yang aktif berjualan secara rutin maupun yang sesekali mengikuti kegiatan. Mereka juga telah memiliki pengalaman berjualan melalui kegiatan pasar jadul di Srigonco.

Kesiapan tersebut diharapkan memudahkan pelaku usaha untuk terlibat dalam event berskala besar seperti South Wave 2026. Dengan begitu, kegiatan wisata tidak hanya menjadi hiburan bagi pengunjung, tetapi juga membuka ruang bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas.

Bayu menyampaikan, pengembangan event di wilayahnya dapat dilakukan melalui kegiatan berskala besar maupun agenda lokal yang lebih rutin. Pola tersebut dinilai dapat menjaga aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kesiapan pelaku UMKM saat event besar digelar.

“Ketika belum ada event besar, di event lokal sudah ada orang yang jualan. Ketika ini ada event besar, tinggal pindah saja. Tinggal bergeser,” tuturnya.

Selain penguatan UMKM, Kecamatan Bantur terus berkoordinasi dengan pelaksana proyek jalan nasional, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Dinas Pertanahan, Muspika, serta organisasi perangkat daerah terkait untuk mendukung penyelesaian pembangunan akses menuju kawasan wisata.

Bayu berharap, perkembangan pariwisata Malang Selatan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan dan membuka peluang usaha baru.

“Kesiapan warga menjadi bagian penting agar manfaat dari kegiatan seperti South Wave 2026 dapat dirasakan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.