Kota Malang, blok-a.com – Taman Sumba di Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, selesai diperbaiki dan kembali dapat dimanfaatkan masyarakat. Penataan taman seluas sekitar 600 meter persegi itu didukung dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari RSI Aisyiyah senilai sekitar Rp700 juta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan area taman tersebut sempat digunakan sebagai gudang sementara proyek selama pembangunan RSI Aisyiyah yang berlangsung sekitar tiga tahun.
Menjelang rampungnya pembangunan rumah sakit, pihak manajemen memberikan bantuan CSR untuk memperbaiki dan menata kembali taman.
“Begitu mendekati selesai pembangunan, pihak dari rumah sakit RSI Aisyiyah membantu memberikan CSR untuk perbaikan Taman Sumba seluas kurang lebih 600 meter persegi dengan anggaran sekitar Rp700 juta,” ujar Raymond.
Sebelum diperbaiki, Taman Sumba merupakan taman pasif yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk aktivitas warga. Kini, taman tersebut dilengkapi walking track dan jalur jogging untuk menunjang kegiatan olahraga maupun bersantai.
DLH Kota Malang berharap penataan tersebut dapat meningkatkan fungsi ruang terbuka hijau sekaligus memberikan ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Raymond menambahkan keterbatasan anggaran pemerintah daerah membuat DLH perlu mencari dukungan dari pihak lain untuk menjaga dan meningkatkan kualitas taman di Kota Malang.
Selain RSI Aisyiyah, kerja sama melalui CSR sebelumnya juga dilakukan bersama Taspen, Pegadaian, dan sejumlah rumah sakit di Kota Malang.
“Dengan kondisi efisiensi ini, yang kami lakukan sementara ini hanya untuk perawatan saja. Tetapi DLH juga mengusahakan beberapa lokasi taman mendapatkan CSR,” tambahnya.
Melalui kerja sama tersebut, DLH berupaya agar taman-taman kota tetap terawat dan dapat digunakan masyarakat meskipun alokasi anggaran terbatas.
Dalam kesempatan yang sama, Raymond mengingatkan masyarakat agar turut menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran bersama.
Ia menyebut sampah yang menumpuk di selokan dan saluran air dapat memicu penyumbatan drainase, yang kemudian berkontribusi terhadap terjadinya banjir.
DLH bersama kelurahan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan kecamatan, kata dia, berulang kali melakukan pembersihan sampah dari saluran air.
“Harapannya kepada masyarakat, tidak hanya taman, di mana pun jangan membuang sampah sembarangan. Karena berkali-kali tim DLH bersama kelurahan, PU, dan kecamatan selalu membersihkan sampah dari selokan,” pungkas Raymond. (yog)








