Pemkot Malang Siapkan Penataan Sisi Utara Kayutangan Heritage, Bidik Pemerataan Wisatawan

Jam Kota atau Stadsklok yang jadi penanda Kayutangan sisi utara (foto: blok-a.com/Bob Bimantara Leander)
Jam Kota atau Stadsklok yang jadi penanda Kayutangan sisi utara (foto: blok-a.com/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan penataan kawasan sisi utara Kayutangan Heritage untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menghidupkan area yang selama ini relatif sepi dibandingkan sisi selatan.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan mengatakan, penataan tersebut menjadi salah satu langkah pengembangan kawasan Kayutangan Heritage.

Adapun sisi utara yang dimaksud, membentang mulai dari BCA KCU Malang di kawasan Kayutangan hingga Stadsklok atau tugu jam kota yang berada di pertigaan PLN Malang.

Menurut Arif, kawasan sisi selatan Kayutangan Heritage selama ini lebih ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki banyak tempat usaha, aktivitas ekonomi di area tersebut juga berkembang sehingga menjadi salah satu daya tarik pengunjung.

Sementara itu, kondisi sisi utara masih relatif sepi meskipun telah dilengkapi fasilitas penerangan dan tempat duduk bagi pengunjung.

“Penataan sisi utara dilakukan supaya tidak sepi dan tidak kalah dengan sisi selatan yang selama ini dikunjungi masyarakat,” kata Arif di Kota Malang, Kamis.

Rancangan konsep pengembangan kawasan sisi utara dipastikan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Mulai dari kelompok sadar wisata (pokdarwis), lurah, hingga pengurus RT di Kelurahan Oro-Oro Dowo.

Pelibatan masyarakat tersebut dilakukan agar konsep penataan yang disiapkan Disporapar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan warga setempat.

Arif menyebut, sisi utara Kayutangan Heritage sebenarnya memiliki potensi wisata yang tidak kalah dibandingkan sisi selatan. Salah satunya keberadaan Stadsklok atau tugu jam kota.

Berdasarkan literasi sejarah yang dimilikinya, Stadsklok memiliki nilai penting karena menjadi punjer atau titik tengah Kota Malang, baik dari wilayah utara maupun selatan.

Karena itu, Pemkot Malang berencana memasang kode batang atau barcode di sekitar lokasi Stadsklok. Nantinya, pengunjung bisa memindai kode tersebut untuk mengakses informasi mengenai sejarah pembangunan dan keberadaan tugu jam tersebut.

“Kemarin ada rencana mau digeser kan tetapi ahli cagar budaya dan tokoh-tokoh budayawan Kota Malang menolak, karena bukti titik nolnya di situ,” ujar dia.

Seluruh progres perencanaan pengembangan Kayutangan Heritage akan dilaporkan kepada Wali Kota Malang. Arif berharap rencana penataan tersebut setidaknya sudah bisa direalisasikan pada 2027.

Pengembangan kawasan ini juga diharapkan dapat mendukung target kunjungan wisatawan Kota Malang yang dipatok mencapai 3,2 juta orang.

Hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 2,6 juta wisatawan nusantara dan mancanegara telah berkunjung ke Kota Malang. Dari jumlah tersebut, wisatawan mancanegara masih berada di kisaran 10 persen.

“Dari jumlah itu turis mancanegara masih 10 persenan,” tuturnya.

Arif optimistis, jika penataan sisi utara berjalan, aktivitas wisata di Kayutangan Heritage bisa lebih merata. Tidak hanya terkonsentrasi di sisi selatan, tetapi juga menghidupkan sisi utara. Sehingga memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha di sekitarnya. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.