Kota Malang, blok-a.com – Kawasan Kayutangan Heritage kini mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyusul adanya keluhan publik terkait maraknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di area trotoar. Kehadiran PKL yang tidak berizin ini dinilai sejumlah pihak mengganggu kebersihan dan kenyamanan kawasan wisata utama Kota Malang tersebut, terutama saat akhir pekan.
Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan penertiban secara sepihak tanpa memberikan solusi bagi para pelaku usaha kecil. Pemkot Malang berkomitmen untuk tetap menjaga keseimbangan antara estetika ikon kota dan keberlangsungan ekonomi para pedagang.
“Kalau kita mempunyai suatu rencana untuk memindahkan PKL dan lain-lain, kita sudah ada alternatif. Termasuk PKL yang ada di sepanjang Kayutangan Heritage juga akan kita tata lagi,” ujar Wahyu.
Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa Pemkot Malang telah menyiapkan strategi pengembangan kawasan sebagai solusi jangka panjang. Kawasan yang terletak di belakang koridor utama Kayutangan, tepatnya di sepanjang Jalan Majapahit atau area Splendid, tengah disiapkan sebagai lokasi relokasi. Kawasan tersebut akan ditata sedemikian rupa agar mampu menampung para pedagang, sehingga koridor utama Kayutangan Heritage dapat kembali steril dari aktivitas berjualan yang tidak teratur.
Pendekatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Malang dalam menjaga citra Kayutangan sebagai pusat kumpulnya ekonomi dan wajah kota. Selain rencana relokasi, pemerintah juga tengah mempertimbangkan penerapan regulasi yang lebih mendalam terkait operasional kawasan khusus, agar kebersihan dan ketertiban dapat terus terjaga tanpa merugikan pedagang.
Meski target penyelesaian sudah direncanakan, Wahyu menegaskan bahwa seluruh proses penertiban dan relokasi akan dilakukan secara sistematis dan bertahap. Hal ini dilakukan untuk memastikan masa transisi bagi para pedagang berjalan dengan baik.
“Bertahap, tapi kita akan menuju ke sana,” pungkas Wahyu terkait langkah konkret yang akan diambil Pemkot Malang. (bob).




