Tawuran Dini Hari di Tlogomas Tewaskan Satu Pemuda, Dua Luka Kritis

Bekas darah berceceran di sepanjang Jalan Telaga Warna Blok E usai terjadi insiden tawuran antar pemuda. (blok-a.com/Yogga Ardiawan)
Bekas darah berceceran di sepanjang Jalan Telaga Warna Blok E usai terjadi insiden tawuran antar pemuda. (blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Tawuran antar pemuda menggegerkan warga Jalan Telaga Warna Blok E, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (27/12/2025) dini hari. Insiden tersebut menewaskan satu orang, sementara dua korban lainnya mengalami luka kritis dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Salah seorang warga setempat, Galimun (49), mengatakan tawuran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan berlangsung tiba-tiba. Massa terlibat bentrokan dari berbagai arah, membuat warga memilih bertahan di dalam rumah.

“Jam 3 dini hari dari segala penjuru saling serang. Warga tidak ada yang keluar,” ujarnya.

Korban meninggal dunia diduga merupakan seorang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Malang.

Korban sempat dilarikan ke RS Unisma, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka parah.

“Meninggalnya di rumah sakit. Yang 2 kritis saat ini dirawat di RS UMM,” lanjut Galimun.

Ia menyebut, dalam tawuran tersebut sejumlah pelaku diduga membawa senjata tajam jenis parang dan batu. Salah satu korban terjatuh dan tersungkur di jalan setelah terkena serangan.

“Lokasi anaknya jatuh, jatuh tersungkur kena batu. Yang menolong itu temannya sendiri,” katanya sambil menunjuk lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang diterima warga dari pihak rumah sakit, korban meninggal dunia mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh.

“Meninggal kena sabetan, ada tujuh tusukan di perut, kepala, wajah, sama punggung. Pakai parang,” ungkap Galimun.

Darah korban ditemukan berceceran di sepanjang Jalan Telaga Warna Blok E, sehingga warga menduga lokasi pembacokan tidak hanya terjadi di satu titik.

“Lokasi pembacokannya tidak tahu persis, tapi sudah berceceran darah di jalan,” ujarnya.

Usai korban tersungkur, massa masih berada di sekitar lokasi sebelum akhirnya membubarkan diri. Warga baru berani keluar rumah menjelang pagi hari.

“Warga baru keluar sekitar pagi. Bersih dari massa itu sekitar jam 5 pagi,” kata Galimun.

Menurutnya, kawasan tersebut memang didominasi rumah kos mahasiswa. Tawuran antar pemuda disebut bukan kali pertama terjadi, terutama saat momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Bentrokan diduga dipicu gesekan antarkelompok yang berasal dari daerah yang sama.

Sementara itu, Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta membenarkan peristiwa tawuran tersebut.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab dan pihak-pihak yang terlibat.

“Masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Satu meninggal, dua luka-luka,” kata Anang saat dikonfirmasi. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com