Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mematangkan persiapan peluncuran Transjatim koridor Malang – Batu yang dijadwalkan beroperasi akhir November 2025.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menegaskan bahwa kehadiran layanan bus antarkota ini tidak akan mematikan angkutan kota (angkot) yang sudah ada.
“Kita sepakati bersama, ada yang membutuhkan waktu dan dinamika dan itu sudah dilalui semuanya. Teman-teman dari paguyuban (angkot)juga sudah menyepakatinya,” ujar Widjaja, Minggu (9/11/2025).
Ia menjelaskan, pengemudi angkot yang terdampak langsung dengan beroperasinya Transjatim akan mendapatkan kompensasi. Skemanya disebut screeting, yaitu ganti satu bus dengan lima angkot.
“Artinya mereka ini memperoleh ganti. Mungkin pengemudi, mungkin montir, bisa dikerjakan di operator. Kalau usianya sudah 60 tahun, bisa diberikan ke anaknya. Di Kota Malang ada jatah tujuh unit, selebihnya tujuh untuk Batu dan Kabupaten,” paparnya.
Selain itu, Dishub juga tengah menyiapkan program re-routing atau penataan ulang jalur angkot agar tetap bisa beroperasi dan saling terintegrasi dengan Transjatim. Jalur baru tersebut akan berfungsi sebagai feeder di halte-halte bus.
“Rute baru ini menggantikan peraturan wali kota yang dibuat tahun 1989, sudah 36 tahun dan tidak sesuai dengan kondisi eksisting sekarang. Jadi mereka akan memperoleh rute baru yang dimungkinkan mendapatkan penumpang, karena melayani dari Batu sampai Malang,” jelas Jaya, sapaan akrabnya.
Tak hanya itu, Dishub juga menyiapkan langkah lanjutan dengan mengonversi armada bus sekolah menjadi layanan angkot dalam skema Buy The Service (BTS).
“Mereka nanti mengangkut anak sekolah dengan biaya gratis. Estimasi armadanya sekitar 80 unit, kemungkinan bisa dimulai awal tahun depan karena menyangkut proses anggaran,” tambahnya.
Dengan skema ini, Dishub Kota Malang berharap transformasi transportasi massal berjalan berimbang antara modernisasi layanan publik dan perlindungan terhadap pengemudi angkot yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas warga. (yog/bob)




