Usai Kasus Keracunan, MTs Al-Khalifah Akan Perketat Pengawasan Program MBG

Tampak depan MTs Al-Khalifah yang jadi tempat dugaan keracunan MBG di Malang (blok-a/Yogga Ardiawan)
Tampak depan MTs Al-Khalifah yang jadi tempat dugaan keracunan MBG di Malang. (blok-a/Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pasca dugaan kasus keracunan massal akibat mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa MTs Al-Khalifah, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, pihak sekolah memastikan seluruh siswa telah pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa. Namun, sebagai langkah antisipatif, pihak sekolah akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG.

Kepala MTs Al-Khalifah, Nur Kholida, menyampaikan bahwa seluruh siswa yang sempat mengalami gejala keracunan kini sudah dalam kondisi sehat.

“Alhamdulillah untuk saat ini anak-anak yang kemarin mengalami dugaan keracunan MBG saat ini sudah masuk semuanya dan dalam kondisi sehat. Yang kemarin sempat dirawat di RSUD juga sudah pulang,” ujarnya Senin (27/10/2025).

Nur Kholida menjelaskan, satu siswa yang sempat disebut masih opname ternyata memiliki penyakit bawaan, bukan akibat dari konsumsi makanan MBG.

“Ternyata memang bawaan tersendiri, kemudian karena MBG akhirnya kambuh. Jadi bukan murni karena makanan tersebut,” jelasnya.

Pihak sekolah juga mengaku tetap mendukung program MBG karena dinilai bermanfaat bagi pemenuhan gizi siswa. Terlebih, program MBG ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengonsumsi makanan empat sehat lima sempurna.

“Sebenarnya kami sangat senang menerima program MBG ini. Anak-anak mendapatkan makanan yang layak dan gizinya terpenuhi. Namun karena kejadian kemarin, kami akan evaluasi dan musyawarah dengan semua stakeholder,” tambahnya.

Nur Kholida mengaku akan tetap menerima program MBG ini. Sebagai bentuk perbaikan, MTs Al-Khalifah akan memperketat prosedur pelaksanaan program MBG di sekolah.

“Insya Allah kami masih mau tetap menerima program ini, tapi kami akan memperbarui SOP-nya. Ke depan, pengecekan makanan akan dilakukan lebih ketat, baik oleh guru maupun siswa sebelum dikonsumsi,” tegas Nur Kholida.

Sebelumnya, sebanyak 33 siswa dan guru MTs Al-Khalifah mengalami gejala mual dan pusing setelah menyantap makanan dalam program MBG. Kini, seluruh korban telah pulih, dan sekolah memastikan proses belajar mengajar kembali berjalan normal. (yog/bob)

Exit mobile version