Usai Lebaran 2026, Jalan Kembar Pasar Gadang Mulai Dikerjakan

Jalan Pasar Gadang Bakal Diperlebar Jadi Jalan Kembar, Mulai Dikerjakan 2026
Jalan Pasar Gadang Bakal Diperlebar Jadi Jalan Kembar, Mulai Dikerjakan 2026 (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) memastikan pembangunan jalan di kawasan Pasar Gadang akan direalisasikan pada tahun 2026. Proyek tersebut direncanakan dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar perencanaan teknis sebelum pekerjaan fisik dimulai.

“Pasar Gadang itu nanti akan dibuatkan perencanaannya terlebih dahulu. DED-nya berupa jalan kembar yang terhubung langsung dari jembatan ke arah timur, sampai Perempatan Gadang,” ujar Dandung.

Menurutnya, konsep jalan kembar tersebut tidak hanya sebatas pelebaran ruas jalan utama. DPUPRPKP juga akan membangun jalur penghubung atau sirip jalan di sisi utara dan selatan kawasan pasar.

“Sirip-sirip yang di utara pasar sudah berupa jalan kembar. Nanti juga akan kami eksekusi di sisi lainnya, termasuk yang menuju ke selatan,” jelasnya.

Meski secara teknis proyek bisa dipercepat, Dandung menyebut pelaksanaan pembangunan menyesuaikan aspirasi para pedagang Pasar Gadang yang disampaikan melalui Wali Kota Malang.

“Sebetulnya kami berharap bisa lebih awal. Tapi ada aspirasi dari pedagang melalui Bapak Wali Kota agar pelaksanaannya dilakukan setelah Lebaran,” terangnya.

Ia menjelaskan, jalan kembar Pasar Gadang nantinya memiliki dua lajur di masing-masing sisi dengan lebar sekitar enam meter. Di bagian tengah jalan juga akan dibangun median sebagai pembatas arus lalu lintas.

“Lebar jalan dua sisi, masing-masing kurang lebih enam meter. Di tengah nanti ada median jalannya,” kata Dandung.

Terkait material konstruksi, DPUPRPKP memilih menggunakan beton cor dibanding aspal. Pertimbangan ini disesuaikan dengan kondisi aktivitas di kawasan pasar yang kerap bersentuhan dengan air.

“Kami pakai cor beton. Kalau aspal percuma, karena di sana sering disiram air ikan. Itu musuhnya aspal,” tandasnya. (bob)