Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten Malang resmi menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi hingga Januari 2026 mendatang. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya intensitas kejadian bencana seperti angin kencang, pohon tumbang, dan banjir di sejumlah wilayah.
Peristiwa terbaru yakni angin puting beliung yang merusak hampir 160 rumah di Dusun Krajan, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau pada Minggu (2/11/2025).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Ichwanul Muslimin, mengatakan bahwa penetapan status tersebut dilakukan karena tanda-tanda potensi bencana sudah mulai tampak di banyak titik.
“Kabupaten Malang ini sudah tidak siaga lagi, tapi sudah tanggap darurat. Kita sampai Januari. Mulai dari tanggal 29, 30 Oktober banyak tanda-tanda sudah tampak, seperti pohon tumbang, akhirnya kita menentukan status tanggap darurat,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).
Ichwanul menambahkan, setelah pendataan di lapangan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah pencegahan lanjutan, salah satunya perempesan pohon yang berisiko tumbang.
“Setelah ini kita data, nanti kita agendakan untuk perempesan supaya tidak terlalu berisiko bagi masyarakat. Kita kerja sama dengan Bina Marga karena mereka yang punya kewenangan,” jelasnya.
Selain itu, BPBD juga telah mengirim surat resmi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) agar kegiatan perempesan di jalur provinsi dan nasional dapat dilakukan sesuai izin yang berlaku.
“Kita sudah bersurat, tinggal menunggu jawaban dari balai karena tidak bisa sembarangan memangkas pohon di jalan provinsi atau nasional,” bebernya.
Ichwanul juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Ia menyebut, wilayah seperti Dau, Singosari, Ngajum, Lawang, Karangploso, Jabung, Pakis, Tajinan, Poncokusumo, Bululawang, Sumberpucung dan Pagelaran memiliki potensi tinggi terhadap angin puting beliung karena kondisi geografisnya.
“Saya imbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan, agar menanam pohon-pohon besar. Pohon bisa memecah angin dan mengurangi kekuatan puting beliung. Kalau daerahnya terbuka tanpa pepohonan, dampaknya bisa lebih parah,” pungkasnya. (yog/bob)




