Kejar 222 Emas, Kota Malang Mulai Siapkan Bibit Atlet untuk Porprov 2029-2031

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (kanan) bersama Ketua KONI Kota Malang, R Djoni Sudjatmoko (foto: blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (kanan) bersama Ketua KONI Kota Malang, R Djoni Sudjatmoko (foto: blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini untuk menjaga regenerasi olahraga daerah. Bibit atlet dari jenjang SD dan SMP diproyeksikan tidak hanya untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, tetapi juga menjadi kekuatan Kota Malang pada Porprov 2029 hingga 2031.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencarian Bibit Atlet Berprestasi Usia Dini bagi guru olahraga SD dan SMP se-Kota Malang di Disdikbud Kota Malang, Kamis (10/9/2026).

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pencarian bibit atlet dilakukan dengan melibatkan guru olahraga karena mereka dinilai paling mengetahui kemampuan dan potensi siswa.

“Siswa-siswi ini akan menjadi bibit atlet yang nantinya mewakili Kota Malang dalam Porprov. Terutama dari jenjang SD dan SMP, mereka bisa mewakili Kota Malang di cabang olahraga tertentu. Guru-guru olahraga yang paling mengetahui kemampuan siswanya,” kata Wahyu.

Ia mengungkapkan, pembinaan atlet tidak cukup hanya dengan melihat kemampuan sumber daya manusia. Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga di sekolah juga akan menjadi perhatian Pemkot Malang.

“Selain kemampuan atlet dan sumber daya manusianya, kami juga memperhatikan sarana dan prasarana. Dalam bimtek ini nanti akan disampaikan sekolah mana yang masih kurang fasilitasnya. Itu akan ditindaklanjuti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian dikoordinasikan dengan Disporapar dan KONI,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, kebutuhan sarana dan prasarana yang menunjang pembinaan atlet nantinya dapat diusulkan dalam APBD.

“Kalau memang dibutuhkan untuk mendukung sarana dan prasarana, nanti bisa kami alokasikan dalam APBD,” imbuhnya.

Ia menyebut potensi atlet dari kalangan pelajar sebenarnya tersebar di berbagai cabang olahraga. Pada Porprov 2023 lalu, sejumlah atlet Kota Malang yang berlaga juga berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Untuk mendukung proses pembinaan, guru olahraga juga mendapatkan pendampingan dari sejumlah pihak, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, serta KONI.

“Ada pembinaan dari Kemenpora, Dinas Pendidikan, maupun KONI. Guru-gurunya juga dibimbing supaya nantinya bisa melatih siswa-siswanya,” tuturnya.

Sementara itu, Wahyu menegaskan target 222 medali emas pada Porprov 2027 telah ditetapkan berdasarkan perhitungan KONI.

“Target 222 emas memang harus ada. Tentu kita berupaya, karena KONI sudah melakukan perhitungan yang matang dengan kemampuan yang ada di Kota Malang. Mudah-mudahan 222 ini bisa kita dapatkan,” tandas Wahyu.

Di sisi lain, Ketua KONI Kota Malang R Djoni Sudjatmoko mengatakan, pembibitan atlet usia dini menjadi bagian penting dari persiapan jangka panjang. Ia menambahkan, atlet dari SD dan SMP terutama diproyeksikan untuk Porprov 2029 dan 2031.

“Acara ini rutin kami lakukan melalui kolaborasi dengan guru-guru olahraga SD dan SMP. Intinya, atlet-atlet Kota Malang semuanya berasal dari sekolah, selain ada juga yang dari kampus,” ujar Djoni.

Ia menyebut KONI masih membutuhkan pendataan dan pembinaan atlet potensial untuk menghadapi Porprov 2029 dan 2031. Target jangka panjangnya bahkan membawa Kota Malang menjadi yang terbaik di Jawa Timur.

“Yang 2029 dan 2031 harus kita persiapkan dari sekarang. Target maksimum 2031 kita sudah harus mampu mengalahkan Surabaya. Harapannya, 2029 kita sudah mampu. Kemudian pada 2031 sudah menjadi batas akhir kita harus mampu menjadi nomor satu di Jawa Timur,” jelasnya.

Untuk Porprov 2027, Djoni mengatakan proses penjaringan atlet sudah dilakukan. Sebanyak 1.128 atlet telah masuk tahap Pra-Puslat dan selanjutnya dipersiapkan untuk memenuhi target 222 medali emas.

“Untuk yang 2027, alhamdulillah sudah 1.128 atlet Pra-Puslat. Atlet sudah terkumpul, kita tinggal fokus untuk yang 222 itu,” pungkasnya. (yog)

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.