Kabupaten Malang, blok-a.com – Sebanyak 119 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Kabupaten Malang hingga Jumat (27/2/2026). Pemerintah Kabupaten Malang terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan pengawasan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lancar dan tanpa kendala dengan digelarnya Rapat Koordinasi dengan lintas sektor.
Bupati Malang HM Sanusi mengatakan MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu ikhtiar pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat, menurunkan risiko rawan pangan, serta mendukung kualitas SDM Indonesia yang unggul,” kata Sanusi, Jumat (27/2/2026).
Sanusi menambahkan, penerima manfaat dari jumlah SPPG yang saat ini telah beroperasi mencapai 549.192. Di sisi lain, sehanyak 176 SPPG lainnya dalam proses pengajuan.
Jumlah tersebut bahkan melampaui target dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang menetapkan 275 SPPG untuk Kabupaten Malang.
Sanusi mengingatkan masih ada pekerjaan rumah dalam aspek administrasi. Dari seluruh SPPG yang ada, baru sekitar 133 Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang telah diterbitkan, sementara 37 lainnya masih dalam proses pengajuan.
“Masih terdapat proses administrasi yang perlu dipercepat, terutama untuk menjamin kelancaran implementasi MBG di lapangan,” ujarnya.
Ia pun menekankan lima hal penting kepada seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Mulai dari percepatan operasional SPPG yang belum berjalan, pengawasan distribusi, penegakan standar kebersihan dan keamanan pangan, pelibatan kecamatan dan desa dalam monitoring, hingga penguatan komunikasi antar perangkat daerah agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan.
Sanusi juga meminta agar program MBG memberi dampak ekonomi bagi daerah dengan melibatkan pelaku UMKM lokal. Ia meyakini tidak sedikit pelaku UMKM lokal yang mampu menyediakan produk berkualitas.
“Gunakanlah produk UMKM lokal dalam pemenuhan kebutuhan MBG. Mulai dari bahan pangan, sayuran, buah, telur, roti, hingga olahan sehat,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan UMKM akan memberikan efek berganda bagi perekonomian desa, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat ekosistem produksi pangan lokal.
“MBG tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga dapat menggerakkan ekonomi desa dan meningkatkan daya saing UMKM Kabupaten Malang,” pungkasnya. (yog/bob)








