Baru 20 KDMP di Kabupaten Malang Rampung, Sebagian Masih Tunggu Pembangunan Fisik

Koperasi Candirenggo salah satu Koperasi Desa Merah Putih yang berada di Kabupaten Malang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Koperasi Candirenggo salah satu Koperasi Desa Merah Putih yang berada di Kabupaten Malang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Malang masih berjalan bertahap. Dari total koperasi yang direncanakan, hingga kini baru sekitar 20 KDMP yang telah selesai dibangun sepenuhnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, Tito Febrianto, menjelaskan sebagian besar koperasi desa tersebut masih menunggu penyelesaian pembangunan fisik sebelum dapat mengembangkan berbagai unit usaha secara optimal.

“Kalau proses pembangunan KDMP di Kabupaten Malang yang sudah 100 persen itu ada 20 KDMP. Yang lainnya masih proses,” ujar Tito, Jumat (6/3/2026).

Meski pembangunan belum seluruhnya rampung, beberapa koperasi desa mulai menjalankan kegiatan usaha. Bahkan, menurut Tito, ada KDMP yang telah mencatatkan omzet cukup besar.

“Kalau sekarang berkaitan dengan usaha-usaha yang dilakukan, sebagian besar KDMP masih menunggu pembangunan fisik selesai. Tapi sudah ada Koperasi Desa Merah Putih yang sudah action dan itu besar sekali omzetnya,” tambahnya.

Salah satu koperasi yang berkembang cukup pesat adalah KDMP Randugading. Koperasi ini merupakan pengembangan dari Koperasi Wanita (Kopwan) yang sebelumnya sudah memiliki aset miliaran rupiah.

“Di Randugading itu pengembangan dari Koperasi Simpan Pinjam Koperasi Wanita. Awalnya asetnya sudah sekitar Rp3 miliar. Setelah dikembangkan menjadi Kopdes, sekarang mengembangkan usaha semacam minimarket,” lanjut Tito.

Tidak hanya bergerak di sektor ritel, koperasi tersebut juga menjalankan layanan pengelolaan air bersih bagi masyarakat sekitar.

“Di samping itu, di Randugading juga ada pengelolaan air bersih yang dilakukan oleh KDMP. Jadi usahanya terus berkembang,” imbuhnya.

Selain Randugading, koperasi lain yang sudah memiliki basis usaha kuat adalah Koperasi Mina Jaya di kawasan Sendang Biru. Koperasi ini sebelumnya merupakan Koperasi Unit Desa (KUD) yang kemudian berkembang menjadi KDMP dengan berbagai unit usaha.

“Koperasi Mina Jaya ini asetnya sudah besar. Dulu KUD di Sendang Biru, kemudian berkembang menjadi Koperasi Desa Merah Putih. Sekarang sudah punya pom bensin, cool storage dan berbagai macam usaha,” jelas Tito.

Di sisi lain, sejumlah KDMP juga dipercaya mengelola fasilitas ekonomi yang dibangun pemerintah pusat. Salah satunya berada di kawasan Kampung Nelayan Desa Pujiharjo.

“Di Pujiharjo Kampung Nelayan, itu bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan. Usahanya sekarang dikelola oleh KDMP. Jadi usaha-usaha yang sudah dibangunkan Kementerian Kelautan itu dikelola oleh koperasi desa sebagai badan usahanya,” terangnya.

Tito menambahkan, beberapa koperasi lain mulai menunjukkan aktivitas ekonomi yang cukup aktif, seperti KDMP Clumprit dan KDMP Selorejo. Bahkan koperasi di Selorejo telah memasok hasil buah untuk mendukung program makan bergizi gratis.

“Ada lagi beberapa koperasi yang sudah action, seperti di Clumprit dan Selorejo. Selorejo sudah memasok buah ke MBG juga,” pungkasnya. (yog)