Berkurang Drastis, Pj Wali Kota Malang Optimis Target Zero Stunting 2024 Bisa Dicapai

Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. (blok-a.com/Satria)
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. (blok-a.com/Satria)

Kota Malang, blok.a.com – Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut kasus stunting di Kota Malang saat ini sudah berkurang drastis. Oleh karenanya, ia optimis Kota Malang bisa mencapai target zero stunting di tahun 2024.

“Insyaallah bisa, pokoknya kita kan untuk zero stunting ini bagainmana upaya kita saat ini. Sekarang saja ini saja sudah 8,9% dan saya lihat di kelurahan-kelurahan hanya tinggal sedikit,” terangnya kepada blok-a.com seusai giat dengan Dinas Lingkungan Hidup, Jumat (15/12/2023).

Wahyu menyatakan, angka 8,9% tersebut bukanlah jumlah de facto anak-anak yang mengalami stunting di Kota Malang, namun angka tersebut hanya menggambarkan potensi presentase anak yang terkena stunting.

“Potensi ini kan masih bisa kita hilangkan, supaya mereka tidak berpotensi,” ujarnya.

Penanganan stunting memang menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Malang berberapa waktu ini. Hal ini disebabkan karena munculnya kasus stunting di Kota Malang masih fluktuatif dan sulit terprediksi.

Oleh karena itu, berbagai macam penanganan mulai dari pencegahan hingga penambahan asupan gizi diharap dapat mengontrol bahkan mengatasi akar masalah tersebut.

Wahyu juga menerangkan bahwa untuk tahun 2024 Pemkot Malang juga siap menyokong upaya penanganan stunting oleh semua pihak.

“Kita akan support anggaran untuk bisa menekan stunting. Saya lihat banyak inovasi-inovasi, dan kita juga akan memberi penghargaan untuk kelurahan-kelurahan yang sudah bebas stunting. Ada beberapa kelurahan,” terangnya.

Bahkan, penanganan stunting juga akan melibatkan segala jajaran Pemkot Malang.

“Tidak hanya di OPD (organisasi perangkat daerah), tapi kita perintahkan camat dan lurah ada target. Karena sudah beri anggaran pada mereka untuk bisa menekan stunting,” tutur Wahyu.

Wahyu juga menyebut akan mempertimbangkan sebuah program penanganan stunting yang sudah lama bergaung yaitu bapak-ibu asuh untuk anak-anak yang mengalami.

“Ya memang ada bapak-ibu asuh untuk penderita stunting, kita akan evaluasi ini. Nanti jawabannya kalau efektif kita mulai tahun depan,” terangnya.(mg3/lio)

Exit mobile version