Deteksi Dini Isu LGBT, Bakesbangpol Kota Malang Siapkan Laporan untuk Forkopimda

Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Noer Rahman Widjaya saat diwawancarai awak media (Istimewa)
Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Noer Rahman Widjaya saat diwawancarai awak media (Istimewa)

Kota Malang, blok-a.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang menyoroti isu LGBT dalam upaya deteksi dini perkembangan situasi sosial di wilayah setempat. Persoalan tersebut akan dikaji melalui koordinasi lintas sektor dan menjadi bahan pembahasan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, mengatakan, penguatan sinergi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas), termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), untuk menghimpun informasi mengenai dinamika di tengah masyarakat.

“Masukan dari berbagai organisasi tersebut mencakup perkiraan keadaan terkini serta deteksi dini terhadap rumor dan isu yang berkaitan dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan (IPOLEKSOSBUDHANKAM),” ujarnya, Selasa (27/10/2026).

Rahman mengungkapkan, informasi yang masuk dapat berupa dugaan, isu, maupun laporan yang belum terverifikasi. Bakesbangpol akan menyaring informasi tersebut sebelum menyampaikannya kepada Forkopimda, termasuk Wali Kota Malang, sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah antisipasi dan kebijakan.

Ia menyebut LGBT sebagai salah satu isu sosial yang menjadi perhatian saat ini. Rahman juga mengklaim terdapat sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat pertemuan kelompok LGBT.

“Bahkan ada beberapa homebase ataupun tempat-tempat di mal yang dijadikan sebagai sarana untuk bertemunya kelompok LGBT ini,” ungkapnya.

Rahman menambahkan, kondisi Kota Malang sebagai kota pendidikan dengan banyak perguruan tinggi dan rumah kos menjadi salah satu pertimbangan dalam pembahasan perkembangan isu sosial. Meski demikian, klaim mengenai lokasi pertemuan tersebut belum disertai keterangan mengenai hasil verifikasi dalam informasi yang disampaikan.

Bakesbangpol berencana membahas persoalan tersebut melalui forum sinergi kemitraan bersama berbagai pemangku kepentingan. Isu itu juga direncanakan masuk dalam agenda Kopi Senja bersama Forkopimda, dengan laporan mengenai perkembangan situasi Kota Malang sepanjang 2026 sebagai bahan pembahasan.

“Tetapi yang bisa kami lakukan adalah memberikan wawasan dan bentuk pemahaman terkait penyelewengan perilaku. Nanti ada bahan yang kami siapkan khusus untuk Forkopimda, mudah-mudahan nanti akan ada tindak lanjut untuk menyikapi perilaku penyelewengan di Kota Malang,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan, sinergi antara Bakesbangpol dan ormas menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan, kedamaian, kesejahteraan, serta kondusivitas wilayah.

Ia berharap informasi yang dihimpun melalui organisasi binaan Bakesbangpol dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi persoalan di masyarakat.

“Sehingga nanti bisa menjadi satu data bagi kami untuk bisa memberikan antisipasi, menjadikan dasar kebijakan, dan juga lain-lain yang diperlukan,” kata Wahyu.

Wahyu membenarkan bahwa isu LGBT turut menjadi perhatian dalam upaya deteksi dini tersebut. Ia menekankan pentingnya mengantisipasi berbagai gejala sosial dan persoalan kemasyarakatan di Kota Malang, yang dikenal sebagai kota pendidikan.

“Laporan dan masukan dari Bakesbangpol akan menjadi bahan pembahasan di tingkat Forkopimda untuk menentukan langkah maupun kebijakan yang diperlukan,” pungkasnya. (yog)

Exit mobile version