Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang mengintensifkan perbaikan jalan melalui program sapu lobang (salob) guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan jelang Lebaran.
Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Malang HM Sanusi agar kondisi infrastruktur jalan tetap aman dan nyaman bagi masyarakat saat arus mudik Lebaran.
Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan pihaknya telah mengerahkan seluruh petugas dari tujuh Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk menangani jalan berlubang yang tersebar di 33 kecamatan.
“Untuk penanganan jalan berlubang yang merata di 33 kecamatan dan penanganan jembatan sudah dilakukan perbaikan oleh masing-masing UPT yang kita miliki,” ungkap pria yang akrab disapa Oong, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan, pengerjaan salob diprioritaskan pada ruas jalan poros dengan tingkat lalu lintas harian (LHR) tinggi, seperti jalur Kendalpayak Pakisaji hingga Curungrejo Kepanjen.
“Kita punya tujuh UPT, itu kita kerahkan untuk membantu salob di titik-titik ruas jalan berlubang. Untuk salob kita prioritaskan jalan poros dan jalan dengan LHR tinggi,” jelasnya.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, setiap UPT dialokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar. Total anggaran yang disiapkan mendekati Rp10 miliar.
“Itu masing-masing UPT mendapatkan alokasi Rp1 miliar sampai Rp1,5 miliar atau hampir Rp10 miliar. Nanti kalau memang kurang, akan saya usulkan di PAK APBD Kabupaten Malang Tahun 2026,” bebernya.
Namun demikian, pelaksanaan di lapangan juga menghadapi kendala, salah satunya karena pabrik aspal yang tutup. DPUBM pun menginstruksikan pemanfaatan sisa material aspal yang tersedia untuk tetap menjalankan perbaikan.
Selain jalan, penanganan infrastruktur jembatan dan plengsengan yang rusak akibat bencana juga menjadi fokus DPUBM. Beberapa titik yang saat ini ditangani di antaranya jembatan di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, serta jalan dan plengsengan di Desa Taji, Kecamatan Jabung.
“Untuk jembatan yang habis terkena bencana, itu penanganannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar,” ujar Oong.
Sebagai penanganan sementara di Desa Taji, DPUBM telah memasang sandbag dan anyaman bambu untuk menopang badan jalan agar tetap bisa dilalui kendaraan.
“Khusus untuk jalan dan plengsengan di Desa Taji ini sudah kita pasang sandbag dan anyaman bambu. Untuk roda empat sudah bisa melintas, tetapi harus tetap berhati-hati dan waspada,” jelasnya.
Selain itu, pemasangan rambu-rambu peringatan juga dilakukan di titik-titik perbaikan guna memastikan keselamatan pengguna jalan.
“Kita juga telah memasang rambu-rambu agar masyarakat bisa berkendara dengan tenang, aman dan selamat,” pungkasnya. (yog/bob)








