Faktor Hujan dan Biaya, Jumlah Pemudik 2026 Diperkirakan Menurun Termasuk Kota Malang

Ilustrasi mudik.(Dok. Kemenhub)

Kota Malang, blok-a.com – Pergerakan masyarakat pada arus mudik Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah diprediksi mengalami penurunan, baik secara nasional maupun di Kota Malang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral nasional yang dipimpin Kapolri, jumlah pergerakan masyarakat tahun ini diperkirakan lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

Secara nasional, pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diprediksi sebesar 143,6 juta orang. Angka tersebut menurun dibanding prediksi tahun lalu yang sempat mencapai 163 juta orang, namun realisasinya hanya sekitar 150 jutaan.

“Untuk tahun 2026 ini secara nasional pergerakan manusianya sebesar 143,6 juta. Di Kota Malang juga kita prediksikan terjadi penurunan, rata-rata sekitar 1,75 persen keluar-masuknya,” jelas Widjaja.

Ia mengatakan, tren penurunan ini sudah mulai terlihat sejak tahun sebelumnya. Saat Lebaran 2025, jumlah pemudik yang terealisasi juga lebih rendah dari proyeksi awal pemerintah pusat. Hal itu menunjukkan adanya perubahan pola mobilitas masyarakat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah mempertimbangkan faktor cuaca dan kondisi ekonomi.

Menurut Widjaja, ada beberapa faktor yang memengaruhi turunnya angka pergerakan masyarakat. Di antaranya kondisi musim penghujan yang membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam bepergian jarak jauh, serta pertimbangan efisiensi pengeluaran biaya perjalanan, mulai dari ongkos transportasi hingga kebutuhan selama di kampung halaman.

“Penurunannya diperkirakan ada di antaranya dinamika masyarakat sebagaimana hasil survei, musim penghujan, dan juga mengurangi biaya pengeluaran perjalanan,” ujarnya.

Meski terjadi penurunan, Dishub Kota Malang tetap menyiapkan langkah antisipasi seperti tahun-tahun sebelumnya untuk memastikan kelancaran arus keluar-masuk kendaraan selama periode Lebaran 2026. Sebab, Kota Malang tidak hanya menjadi kota tujuan, tetapi juga kota lintasan bagi pemudik yang menuju Kabupaten Malang, Kota Batu, hingga wilayah Blitar dan sekitarnya.

“Walaupun ada penurunan, persiapan tetap kami lakukan seperti biasa. Karena Kota Malang ini kan juga kota tujuan dan kota lintasan,” pungkasnya. (bob)