Kota Malang, blok-a.com – Masih dalam rangka HUT Kota Malang ke-110, Pemkot Malang baru saja mendapat kado dari Kementerian PPN/Bappenas, yaitu Penghargaan PPD Terbaik Pertama kategori Kota di 2024.
Penghargaan ini diraih berkat pembangunan Kayutangan Heritage yang memberikan dampak positif di berbagai bidang.
“Perencanaan dan capaian pembangunan di Kota Malang dinilai mampu memberikan dampak multidimensi oleh Kementerian PPN/Bappenas, terutama melalui pembangunan kawasan wisata Kayutangan Heritage,” ungkap Pj Walikota Malang Wahyu Hidayat.
Dalam pembangunan Kawasan Kayutangan di Kota Malang, ada hal menarik yang dicatatkan. Jumlah kawasan kumuh di Kota Malang berkurang dan ekonomi masyarakat ternyata meningkat pesat berkat hadirnya Kawasan Kayutangan Heritage.

“Pembenahan kawasan Kayutangan tidak hanya untuk menghilangkan kawasan kumuh, tetapi juga meningkatkan nilai kawasan yang mendorong investasi, pelestarian budaya, dan mendukung ekonomi riil seperti UMKM lokal dan ekonomi kreatif,” Wahyu.
Selain membawa manfaat ekonomi dengan menarik investor dan pelaku bisnis serta memberdayakan UMKM lokal, pembangunan Kawasan Kayutangan juga menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran.
Dari sektor lingkungan penataan Kampung Kayutangan memiliki andil dalam pengurangan kawasan kumuh Kota Malang sebesar 18,04 persen dari 169,16 Ha pada tahun 2022 menurun menjadi 138,64 Ha.
Data Pemkot Malang pun mencatat UMKM di Kayutangan turut berkembang pesat dari yang awalnya hanya 23 usaha menjadi 253 usaha yang dikelola warga lokal. Demikian juga ada peningkatan nilai investasi dari Rp667.142,1 juta pada 2022, pada tahun 2023 menjadi Rp1.917,300 miliar.
Selain itu, peningkatan jumlah investor pada sektor industri makanan, hotel dan restoran, serta jasa lainnya juga meningkat dari aktivasi Kayutangan Heritage yakni sebesar 205,94 persen dari 101 investor pada tahun 2022 menjadi 309 investor pada tahun 2023.
Dampak langsungnya, pembangunan Kayutangan Heritage turut andil dalam penurunan angka kemiskinan Kota Malang dari 4,37 persen menjadi 4,26 persen di tahun 2023. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Malang juga menurun dari 7,66 persen menjadi 6,80 persen di tahun 2023.
“Pemerintah Kota Malang berencana untuk terus mengembangkan Kawasan Kayutangan Heritage agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dan diharapkan bisa menjadi contoh bagi kawasan lain di Kota Malang,” tutupnya.




