Tahun 2026 26 Ribu Warga di Kota Malang Masih Menganggur

Ilustrasi pencari kerja. (Kompas.com/Firman Taufiqurrahman)

Kota Malang, blok-a.com – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Malang masih menjadi tantangan pemerintah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingh akhir 2025, jumlah warga usia produktif yang tercatat menganggur berada di kisaran 25.000–26.000 orang.

Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arief Tri Sastyawan, mengatakan angka tersebut memang menurun dibandingkan periode sebelumnya. Dari total sekitar 400 ribu angkatan kerja, jumlah pengangguran yang sempat berada di kisaran 30 ribu orang kini berkurang. TPT Kota Malang turun dari 6,1 persen menjadi 5,69 persen dengan rentang usia 17-50 tahun.

“Secara persentase memang turun. Tapi tetap saja, masih ada sekitar lima persen angkatan kerja yang belum terserap. Itu yang menjadi PR kami,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).

Menurut Arief, angka pengangguran tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan. Sebab, penghitungan TPT masih bertumpu pada status pekerjaan formal, sementara sebagian warga kini memilih bekerja di sektor informal.

“Kami mencatat TPT berdasarkan pekerja formal. Bisa jadi dari angka 5,69 persen itu, sebagian sebenarnya sudah bekerja, tetapi di sektor informal. Misalnya konten kreator atau pekerjaan lain yang penghasilannya justru bisa lebih tinggi, tetapi tidak tercatat,” jelasnya.

Untuk menekan angka pengangguran, salah satu langkah yang kembali ditempuh untuk menekan TPT adalah penyelenggaraan job fair. Arief menilai, job fair yang digelar pada tahun sebelumnya terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi terhadap penurunan TPT.

“Salah satu faktor yang memengaruhi turunnya TPT kemarin adalah job fair. Kami juga sampaikan ke TPAD agar job fair tidak dihilangkan, karena penyerapn tenaga kerjanya cukup luar biasa,” katanya.

Ia memastikan, program job fair tetap akan digelar pada 2026. Keputusan tersebut telah dibahas dan disepakati dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Malang.

“Dalam pembahasan program kerja 2026, job fair masih disetujui. Artinya, kegiatan ini akan tetap kami laksanakan seperti tahun 2025,” pungkasnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Arief berharap angka TPT Kota Malang dapat kembali ditekan. Pada 2026, ia menargetkan tingkat pengangguran terbuka turun hingga 5,4 persen. (ber/bob)