Kota Malang, blok-a.com – Setelah dibuka kembali setelah revitalisasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai menyiapkan skema pengamanan dan perawatan Alun-alun Merdeka menyusul tingginya antusiasme masyarakat yang memadati ruang publik tersebut sejak malam peresmian.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan lonjakan pengunjung di luar prediksi menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya terkait keamanan fasilitas dan keberlanjutan pengelolaan kawasan.
“Setelah satu minggu berjalan, kami akan melakukan monitoring dan evaluasi kondisi di lapangan, terutama untuk pengaturan pengamanan,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
DLH, kata Raymond, akan menambah tenaga keamanan dan kebersihan untuk menjaga fasilitas publik. Pengamanan direncanakan berlangsung selama 24 jam, mengingat kawasan Alun-alun Merdeka bersifat terbuka dan belum ditetapkan jam tutup.
“Kami sudah mendapat arahan dari Pak Wali, perlu ada tambahan tenaga keamanan dan kebersihan. Untuk sementara, pengaturan jadwal jaga dilakukan 24 jam,” katanya.
Khusus untuk wahana bermain anak (playground), DLH berencana menempatkan petugas penjaga agar penggunaan fasilitas dapat berlangsung tertib dan adil.
“Akan ada pengaturan waktu bermain supaya anak-anak bisa bergantian. Tadi juga terlihat kesadaran orang tua dan anak-anak sudah baik, mereka masuk ke playground tanpa alas kaki karena memang lebih aman,” jelasnya.
Permasalahan toilet umum juga menjadi perhatian DLH ke depan. Saat ini, dua unit toilet di kawasan Alun-alun Merdeka DLH menerapkan layanan 24 jam dengan melibatkan kelompok masyarakat setempat, dengan kewajiban menjaga kebersihan fasilitas.
Sementara itu, operasional air mancur akan disesuaikan dengan kondisi dan aktivitas di sekitar Alun-alun Merdeka, khususnya kegiatan ibadah di Masjid Jami’.
Dari sisi anggaran, DLH Kota Malang tengah menghitung kebutuhan biaya perawatan dan operasional kawasan. Dari estimasi awal, anggaran yang dibutuhkan berada di kisaran Rp300 hingga Rp400 juta per tahun.
“Anggaran ini mencakup keamanan, kebersihan, perawatan fasilitas, dan operasional lainnya. Kami akan menyampaikan kepada pimpinan agar ke depan ada dukungan anggaran,” jelasnya.
Saat ini, DLH mengerahkan sekitar 20 petugas yang dibagi dalam beberapa shift, mulai pagi hingga dini hari. Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, DLH membuka peluang penambahan tenaga sementara.
Di sisi lain, DLH Kota Malang juga membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Bank Jatim setelah masa pemeliharaan revitalisasi berakhir. Masa pemeliharaan proyek saat ini masih tersisa sekitar enam bulan.
“Kami melihat peluang kerja sama lanjutan masih terbuka, termasuk untuk pemeliharaan taman dan fasilitas. Dalam waktu dekat kami akan mengajukan proposal,” pungkas Raymond. (ber/bob)








