Cegah Bara Api Kembali Menyala, DLH Kota Malang Siapkan Eco-Plast di TPA Supit Urang

Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond siapkan Eco-Plast cegah bara api di TPA Supir Urang menyala (foto: blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond siapkan Eco-Plast cegah bara api di TPA Supir Urang menyala (foto: blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyiapkan pemasangan eco-plast di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang untuk membantu mencegah bara api kembali menyala di dalam timbunan sampah pascakebakaran.

Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan api di kawasan tersebut masih berpotensi muncul kembali meskipun tidak terlihat menyala di permukaan. Kondisi itu terjadi karena bara di bagian dalam timbunan sampah dapat bertahan dan kembali memicu api ketika mendapat pasokan oksigen.

“Api memang sudah tidak keluar, tapi biasanya terjadi kejadian satu dua hari ini, siang api tidak, malamnya muncul,” ujar Raymond, Rabu (28/10/2026).

Ia menambahkan, pembasahan yang dilakukan petugas perlu disertai upaya untuk membatasi masuknya oksigen ke dalam timbunan sampah. Karena itu, DLH berencana memasang eco-plast sebagai lapisan penutup, kemudian dilanjutkan dengan penutupan menggunakan material lain sesuai kebutuhan.

“Nah, untuk menghambat bara itu timbul kembali, harapannya nanti mudah-mudahan enggak sampai satu bulan, kita akan pemasangan eco-plast,” tambahnya.

Ia menjelaskan, lapisan tersebut diharapkan dapat menghambat udara masuk ke bagian dalam timbunan sampah. Dengan begitu, bara yang masih tersisa diharapkan dapat padam karena pasokan oksigen berkurang.

“Kalau sudah ada eco-plast nanti kita tutup sampah lagi, itu tidak ada lagi udara yang masuk ke bawah. Sehingga kalau mungkin-mungkin ada bara yang hidup, itu akan mati karena tidak ada oksigen yang masuk,” paparnya.

Pemasangan eco-plast direncanakan dapat direalisasikan setelah material tiba. Raymond memperkirakan proses pengadaannya membutuhkan waktu maksimal satu bulan.

“Mudah-mudahan prosesnya maksimal satu bulan. Nanti datang barangnya langsung kita tutupkan,” tuturnya.

Raymond mengungkapkan, pengadaan eco-plast telah diusulkan melalui dukungan anggaran dari Kementerian Dalam Negeri dalam rangka pengolahan sampah. Skema ini dipilih dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran untuk pengurukan tanah dan material pendukung lainnya.

“Eco-plast ini kan tinggal masang, enggak perlu tenaga atau anggaran lagi untuk posisi kalau tanah ditumpuk, baru disebar, itu masih butuh alat berat untuk masang,” ungkapnya.

Sembari menyiapkan pemasangan, petugas gabungan masih melakukan pembasahan di lokasi kebakaran. Raymond menyebut kebutuhan air untuk pemadaman telah mencapai jumlah yang sangat besar, tetapi belum sepenuhnya mengatasi potensi munculnya api kembali.

“Terus terang sudah dianggap lebih dari bisa jadi 20.000 meter kubik air yang sudah disemprotkan sampai hari ini masih belum bisa mengatasi 100 persen,” bebernya.

Selain pembasahan dan pemasangan eco-plast, DLH juga berencana membuat sekat-sekat pada timbunan sampah. Langkah tersebut ditujukan untuk membatasi penjalaran api, sekaligus mengurangi risiko kebakaran meluas ke area lain.

Raymond menjelaskan, kebakaran bermula dari sisi selatan kawasan sebelum merambat ke timbunan sampah lama atau old landfill yang telah ditumbuhi rumput kering. Angin kencang turut mempercepat penjalaran api ke arah utara.

Karena itu, DLH berharap kombinasi pembasahan, penyekatan, pemasangan eco-plast, dan pengurukan dapat membantu mengendalikan kebakaran serta mencegah bara kembali menyala.

“Untuk permasalahan yang sekarang, saya sangat mengharap turun hujan intensitas sering,” pungkasnya. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.