Wabup Malang Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting

Wabup Malang, Hj. Lathifah Shohib Komitmen Percepat Penurunan Stunting (pro)
Wabup Malang, Hj. Lathifah Shohib Komitmen Percepat Penurunan Stunting (pro)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus memperkuat langkah dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting yang masih menjadi program prioritas nasional. Penanganan stunting dinilai berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, menegaskan bahwa fokus tersebut sejalan dengan misi pembangunan daerah, yakni meningkatkan kualitas SDM yang berdaya saing, sehat, dan sejahtera.

“Sampai dengan saat ini, prevalensi stunting di Kabupaten Malang berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI tercatat sebesar 23,3 persen. Angka ini tentu harus menjadi perhatian serius bagi kita,” ujar Lathifah.

Bu Nyai Lathifah, sapaan akrabnya menekankan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada tumbuh kembang anak secara fisik, tetapi juga memengaruhi kemampuan kognitif, produktivitas, hingga masa depan generasi bangsa.

Sebagai bentuk komitmen daerah, Pemkab Malang telah menerbitkan Peraturan Bupati Malang Nomor 92 Tahun 2023 tentang Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi. Regulasi tersebut menjadi dasar pelaksanaan program lintas sektor dalam menekan angka stunting di wilayah Kabupaten Malang.

“Penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi juga memerlukan dukungan lintas sektor, mulai dari pendidikan, pertanian, sosial, hingga infrastruktur,” imbuhnya.

Dalam arahannya pada kegiatan Pertemuan Evaluasi Intervensi Spesifik Stunting Bersama Lintas Sektor dan Lintas Program Tahun 2025, Lathifah menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen. Keterlibatan akademisi, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, profesi, serta mitra swasta menjadi kunci keberhasilan.

“Seluruh program intervensi harus terus dimonitor dan dievaluasi baik dari capaian layanan, dukungan anggaran, maupun dampak langsung yang dirasakan masyarakat,” tutur Wabup.

Evaluasi yang komprehensif, lanjut Bu Nyai Lathifah akan membantu pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif dan berbasis data.

“Melalui kegiatan evaluasi hari ini, saya berharap akan muncul berbagai rekomendasi dan langkah tindak lanjut konkret untuk memperkuat strategi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Malang,” pungkasnya. (yog/bob)

Exit mobile version